Berita Surabaya Utama

Temukan ASN Surabaya Pakai Sandal saat Layani Warga, Wali Kota Eri Cahyadi Murka: Saya Tidak Mau Tahu

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi marah saat tahu ada staf yang pakai sandal ketika layani masyarakat (surabayakabarmetro.com

SURABAYAKABARMETRO.COM, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak ke sejumlah kantor instansi yang masih berada di bawah naungan Pemkot Surabaya. Dalam sidak itu Eri Cahyadi menemukan adanya staf atau ASN Pemkot Surabaya yang mengenakan sandal saat melayani masyarakat.

Hal itu seperti yang terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @ericahyadi_, dan diviralkan ulang oleh akun Instagram @surabayakabarmetro, Kamis 3 November 2022. Dalam video itu terlihat seorang pegawai sedang mengenakan sandal saat Eri Cahyadi sedang sidak.

Hal itu kemudian membuat Eri Cahyadi murka bukan main. “Kenapa itu menggunakan sandal?” tanya Eri Cahyadi.

Sang staf segera meminta maaf.

“Jangan menggunakan sandal,” tegur Eri Cahyadi.

Eri Cahyadi kemudian tampak berkomunikasi dengan seseorang lewat Handy Talkie. “Kepala OPD kasih tahu semua kelurahannya sama kecamatannya itu. Saya tidak mau tahu lagi melihat staf menggunakan sandal. Hormati masyarakatnya dalam pelayanan,” kata Eri Cahyadi.

Selain menemukan staf memakai sandal, Eri Cahyadi juga menemukan hal lain dalam sidak itu. Dia menemukan ruangan yang dipenuhi dengan jaket dan baju.

Eri Cahyadi kemudian mengungkapkan berbagai temuannya itu dalam caption di video yang dipostingnya.

“Ada yang pakai sendal saat melayani warga. Bagi saya, ini tidak menghargai warga. Sebagai ASN haruslah rapi sebagai upaya memberi rasa nyaman bagi semuanya.

Saya keliling, ada juga ruangan dipenuhi jaket dan baju bergelantungan. Juga ada gayung dan gelas tak beraturan. Padahal itu ruang untuk kerja-kerja pengabdian ke masyarakat.

Ada pula gerobak/stand yang semestinya didedikasikan untuk membantu UMKM malah dibiarkan mangkrak tak terpakai sampai rusak. Coba mikir sederhana saja: kalau gerobak itu difungsikan membantu UMKM, minimal ada satu keluarga terbantu, bisa membantu hidup, katakanlah, 3-4 anggota keluarga.

Belum lagi saya mendapati sejumlah keluhan dalam pelayanan di Kecamatan Simokerto, yang saya sidak ini—tanpa pemberitahuan.

Inilah pentingnya ASN memiliki paradigma melayani. Mohon maaf, masak kalah sama satpam di perbankan yang begitu prima melayani? Mereka rapi, selalu tersenyum, berinisiatif membantu.

Bertanya keperluan mereka sebelum ditanya: “Apa yang bisa kami bantu, Bapak/Ibu?”

Selalu ucapkan terima kasih. “Senang bisa membantu Bapak/Ibu. Ada yang bisa kami bantu lagi?”

Itu hal-hal yang seolah sepele, tapi justru menunjukkan paradigma melayani dan ketulusan hati.

Saya sendiri tiap hari Sabtu membuka layanan “Sambat Warga”. Semua boleh datang di Balai Kota. Selama tiga bulan program itu berjalan, dan menjadi semacam “SOP” yang harus diikuti seluruh kecamatan/kelurahan/Puskesmas/dinas dalam melayani warga: senyum, dialog gayeng, dalam situasi nyaman, dan memberi solusi.

Agenda sidak seperti ini akan terus saya lakukan. Tanpa pemberitahuan. Kalau tetap tak ada perubahan, tentu ada konsekuensi yang harus diterima,” tulis Eri Cahyadi dalam akun Instagram miliknya. (surabayakabarmetro.com)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi