SURABAYAKABARMETRO.ID, JOMBANG –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UPN Veteran Jawa Timur menggelar edukasi pengolahan sampah rumah tangga dengan metode takakura di Balai Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menyasar ibu-ibu rumah tangga sebagai peserta utama.
Kepala Desa Grobogan, Misia, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menyasar persoalan sampah rumah tangga di desanya. Ia menilai persoalan sampah organik selama ini belum banyak tersentuh solusi praktis di tingkat rumah tangga.
“Selama ini sampah dapur kita ya dibuang begitu saja, padahal kalau diolah bisa jadi kompos yang bermanfaat buat tanaman di rumah. Saya berharap ibu-ibu di sini benar-benar bisa praktik sendiri di rumah, bukan cuma ikut acara hari ini saja,” ujar Misia dalam sambutannya, Jumat (24/7/2026).
“Metode ini kami pilih karena dinilai sederhana dan bisa langsung diterapkan menggunakan alat serta bahan yang mudah ditemukan di rumah,” ungkap Alya, penanggung jawab praktik Takakura.
Materi inti kegiatan disampaikan oleh dua mahasiswa KKN yang membahas konsep dasar hingga langkah-langkah praktis metode takakura tersebut.
Setelah pemaparan materi, sesi tanya jawab dibuka dan sejumlah ibu rumah tangga terlihat antusias menanyakan seputar bahan dan cara perawatan kompos takakura. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung, di mana peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil didampingi mahasiswa KKN.
Setiap kelompok mencoba langsung tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan metode takakura di bawah pendampingan mahasiswa. Pendampingan ini dilakukan agar peserta benar-benar memahami teknik yang diajarkan, bukan sekadar menyaksikan demonstrasi. Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Dosen Pembimbing Lapangan yang menilai program tersebut lahir dari kebutuhan nyata masyarakat berdasarkan hasil observasi mahasiswa di lapangan.
“Program ini dicetuskan sebagai hasil observasi kelompok KKN. Kami berharap, edukasi ini dapat terus dimanfaatkan oleh warga desa,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan, Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta, panitia, dan perwakilan desa. Melalui edukasi pengelolaan sampah organik berbasis rumah tangga ini, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), dan Tujuan 15 (Ekosistem Daratan). Mahasiswa KKN berharap program ini dapat mendorong warga Desa Grobogan untuk lebih peduli dan mandiri dalam mengelola sampah organik di lingkungan masing-masing. (surabayakabarmetro.id)




