Berita Jawa Timur Pendidikan Surabaya Utama

Dari Teori ke Praktik, UNESA Dorong Guru Labschool Terapkan Numerasi Kontekstual Lewat Peer Teaching GASPOL

Dari Teori ke Praktik, UNESA Dorong Guru Labschool Terapkan Numerasi Kontekstual Lewat Peer Teaching GASPOL (istimewa/ surabayakabarmetro.id)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Setelah mendapatkan penguatan konsep dan strategi pembelajaran numerasi pada hari pertama, para guru Labschool UNESA memasuki tahap praktik melalui peer teaching pada Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian GASPOL Membaca dan Numerasi ini diikuti oleh para guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang secara bergantian mempraktikkan pembelajaran numerasi di hadapan peserta lainnya.

Pelaksanaan peer teaching menjadi tahap lanjutan untuk menerapkan berbagai gagasan yang telah diperoleh pada pelatihan sebelumnya.

Jika pada hari pertama para guru diperkenalkan pada pembelajaran numerasi yang tidak lagi berorientasi pada hafalan dan hitungan abstrak, hari kedua memberikan kesempatan kepada mereka untuk menguji bagaimana prinsip tersebut diterapkan secara langsung dalam pembelajaran.

Secara bergantian, guru dari setiap jenjang mempraktikkan rancangan pembelajaran yang telah disiapkan.

Peserta lainnya mengikuti proses pembelajaran sekaligus memberikan perhatian terhadap bagaimana guru menghadirkan konteks, menyusun pertanyaan, mengarahkan proses berpikir, serta mengembangkan aktivitas yang mendorong siswa menggunakan matematika dalam situasi yang bermakna.

Salah satu praktik peer teaching mengangkat konteks label gizi pada makanan. Konteks tersebut kemudian menjadi bahan refleksi penting dalam sesi umpan balik.

Pendamping Numerasi UNESA, Dr. Yurizka Melia Sari, M.Pd., menekankan bahwa penggunaan konteks dalam pembelajaran numerasi tidak semestinya dipaksakan hanya agar sebuah soal terlihat kontekstual.

“Ketika pembelajaran numerasi, mereka harus membaca label gizi ini tanpa disuruh gurunya,” ucapnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa konteks yang realistis bukan hanya tentang menghadirkan objek dari kehidupan seharihari ke dalam soal, tetapi bagaimana konteks tersebut benar-benar memiliki kedekatan dan relevansi dengan pengalaman siswa.

Label gizi, misalnya, dapat menjadi konteks yang lebih bermakna apabila pembelajaran berangkat dari makanan atau jajanan yang memang dikonsumsi dan dikenal siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui proses peer teaching dan umpan balik tersebut, para guru diajak melihat kembali bahwa pembelajaran numerasi perlu dirancang dengan mempertimbangkan hubungan antara konteks dan tujuan pembelajaran.

Prinsip tersebut sejalan dengan materi GASPOL Numerasi yang memperkenalkan berbagai ruang lingkup konteks numerasi, yaitu personal, sosial budaya, dan saintifik.

Dalam pengembangannya, konteks dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran agar aktivitas matematika dapat terhubung dengan situasi yang dihadapi peserta didik. (surabayakabarmetro.id)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi