Berita Jawa Timur Surabaya Utama

Cara Taman Zakat Bantu Turunkan Angka Stunting di Jatim, Terjun Langsung Beri Penyuluhan dan Bagi Paket Gizi

Cara Taman Zakat ikut turunkan angka stunting di Jawa Tiimur (istimewa/ surabayakabarmetro.com)

SURABAYAKABARMETRO.COM, SURABAYA– Taman Zakat ingin berkontribusi langsung turunkan angka stunting di Jatim.

Sebab, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022, angka stunting di Jawa Timur masih mencapai 19,2 persen. 

Padahal, target nasional 2024, angka stunting seharurnya bisa turun di angka 14 persen.

Mengetahui hal itu, Taman Zakat tidak tinggal diam.

Bersama dengan Paxel dan Puskesmas, Taman Zakat menggelar Program Peduli Stunting di Simolawang Surabaya, Selasa, 27 Juni 2023. 

Manajer Program Taman Zakat Ninda Rolena Poetry mengatkan, program ini bertujuan untuk membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Jawa Timur. 

“Lembaga Amil Zakat Taman Zakat berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan masyarakat. Di antaranya adalah persoalan stunting. Kami berharap semoga target 2024 mendatang bisa turun kurang dari 14 persen,” tegas Ninda. 

Salah satu upayanya, ia menjelaskan, dengan kolaborasi menggandeng berbagai pihak untuk sama-sama berjuang menurunkan angka stunting di Jawa Timur melalui berbagai program. 

“Kami berharap melalui program ini, kami bisa turut berpartisipasi menurunkan angka stunting dengan signifikan. In syaa Allah kami akan melakukan program serupa di berbagai titik di Jawa Timur,” tegas Ninda. 

Program ini, ia melanjutkan, mengundang 20 keluarga penyintas stunting di daerah Simolawang Surabaya. 

Keduapuluh penyintas itu, kemudian diberi penyuluhan dari Kasikesra Kecamatan Simolawang tentang pentingnya pemenuhan gizi. Setelahnya, Taman Zakat memberikan bingkisan gizi untuk keluarga penyintas. 

Kepala Puskesmas Simolawang dr Edy Purnama menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, program menurunkan stunting di Surabaya menjadi perhatian serius Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. 

 “Pak Eri menargetkan akhir Desember 2023 ini, Surabaya zero stunting. Karenanya setiap pemerintah desa dan puskesmas didorong untuk memberi perhatian khusus pada isu ini,” kata Edy. 

Karenanya, ia mengimbuhkan, inisiasi program Taman Zakat untuk stunting merupakan program tepat untuk membantu pemerintah untuk mengurangi gizi buruk di masyarakat. 

Luluk Hidayati, salah satu penerima manfaat juga memberi apresiasi atas program ini. 

“Terima kasih bantuan Taman Zakat dan donatur sudah peduli pada kami. Semoga berkah dan diberikan kelancaran rezeki,” doanya. (surabayakabarmetro.com)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi