Berita Nasional Utama

Kirim Dua Delegasi ke ILC 114 JENEWA, KSPSI AGN Kawal Konvensi Pekerja Platform dan Perkuat Standar Ketenagakerjaan

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia AGN mengirimkan dua delegasi Indonesia untuk menghadiri Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 (istimewa/ surabayakabarmetro.id)

SURABAYAKABARMETRO.ID – Isu perlindungan pekerja migran, konflik Myanmar, hingga dampak krisis Timur Tengah terhadap dunia ketenagakerjaan menjadi perhatian delegasi Indonesia dalam Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114 di Jenewa, Swiss.

Melalui dua wakilnya, KSPSI AGN mendorong penguatan standar perlindungan pekerja dan akuntabilitas negara anggota Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia AGN mengirimkan dua delegasi Indonesia untuk menghadiri Sidang International Labour Conference (ILC) ke-114.

Dua perwakilan yang ditunjuk KSPSI ATUC yang dipimpin Andi Gani Nena Wea adalah William Yani Wea selaku perwakilan KSPSI AGN sekaligus Ketua Umum SP IMPPI dan Tonny Pangaribuan yang menjabat sebagai Bendahara KSPSI ATUC sekaligus Ketua Umum SP PMIT

114th International Labour Conference ILO digelar 1-12 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Sampai hari ke-5 seluruh komite teknis sudah masuk tahap pembahasan substansi berdasarkan laporan resmi ILO.

“Komite Aplikasi Standar hari ini mendalami Laporan Komite Ahli 2026 dan Survey Umum Employment and decent work for peace and resilience,” kata pria yang akrab disapa Willy itu, dalam keterangannya, Jumat 5 Juni 2026.

Willy mengungkapkan, krisis Timur Tengah berdampak langsung ke pekerja migran di Teluk, pelaut di Selat Hormuz, dan buruh pertanian di Lebanon Selatan.

Ia melanjutkan, proyeksi organisasi buruh internasional atau ILO, guncangan harga minyak berkepanjangan bisa menghapus 14 juta jam kerja purnawaktu tahun ini.

“Tugas KSPSI AGN di komite ini memastikan negara anggota tetap akuntabel, standar ILO tidak diturunkan, dan pekerja di sektor krisis tetap dapat perlindungan dasar. KSPSI AGN mendorong pemerintah Indonesia aktif menyampaikan praktik baik perlindungan pekerja migran Indonesia di forum ini,” terang Willy.

William Yani Wea memberikan pendapat di forum panel tentang kondisi negara Myanmar terhadap perlakuan kepada pengurus serikat pekerja dan Rohingya.

Ia menambahkan, KSPSI AGN berprinsip Komite Aplikasi Standar bukan untuk menghukum negara, tapi untuk memastikan janji negara saat meratifikasi konvensi ILO dipenuhi.

“Indonesia punya kepentingan besar agar standar ILO ditegakkan konsisten di kawasan ASEAN dan global, karena ini melindungi pekerja migran Indonesia di luar negeri” tegas pungkas Bung Willy.

Pada Hari sebelumnya William Yani Wea dan Tonny Pangaribuan ikut serta dalam unjuk rasa gabungan Serikat pekerja dari berbagai negara karena pimpinan serikat pekerja Belarus dipenjara dan Kondisi politik Myanmar yang makin buruk kepada serikat pekerja. (surabayakabarmetro.id)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi