SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Menyambut Bulan Ramadan, STIDKI Ar Rahmah Surabaya mengirim ratusan imam dan dari ke berbagai tempat.
Di antaranya ke Jepang dan Korea Selatan.
Perlu diketahui, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah untuk mengoptimalkan peran dakwah di berbagai masjid pada Bulan Ramadan.
Tahun ini, sebanyak 123 mahasiswa hafidz Alquran diterjunkan ke 53 masjid yang tersebar di tiga negara: Indonesia, Jepang, dan Korea Selatan.
Di dalam negeri, mereka akan bertugas di delapan provinsi, yaitu Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua STIDKI Ar Rahmah, Dr Shobikhul Qisom, M.Pd., menyatakan bahwa program Tebar Imam Internasional (Lintas Negara) ini bukan sekadar pengiriman dai dan imam, tetapi juga bagian dari strategi dakwah global.
“Kami ingin meneguhkan peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, sekaligus membekali para mahasiswa dengan pengalaman dakwah lintas budaya. Program ini adalah implementasi nyata dari pengabdian masyarakat, pembelajaran berbasis lapangan, serta riset dalam bidang manajemen masjid,” ujarnya, Jumat (28/2/2025).
Program ini mencerminkan model pendidikan integratif yang menghubungkan teori dan praktik langsung di lapangan. Tidak hanya bertugas mengimami shalat dan memberikan ceramah, para mahasiswa juga melakukan pendampingan keislaman bagi jamaah, baik yang berada di kawasan mayoritas Muslim maupun di komunitas Muslim minoritas.
Dakwah Menembus Batas Negara
Di Jepang, para imam STIDKI Ar Rahmah akan bertugas di beberapa masjid strategis, di antaranya Masjid An-Nur Notogawa dan Masjid Nusantara. Kedua masjid ini menjadi pusat komunitas Muslim di Jepang yang terus berkembang. Begitu pula di Korea Selatan, di mana para mahasiswa akan mengisi program keislaman di Masjid Al-Falah, Seoul.
Penanggung Jawab Mitra Magang Internasional, Ustadz Mauludi, M.Sos., menegaskan bahwa pengiriman imam ke luar negeri memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menyesuaikan pendekatan dakwah dengan kondisi budaya setempat.
“Masyarakat Muslim di Jepang dan Korea Selatan memiliki karakteristik yang unik. Tantangan bahasa, budaya, serta kebutuhan spesifik komunitas menjadi bagian dari pengalaman berharga bagi mahasiswa kami. Mereka belajar bagaimana dakwah bisa disampaikan dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan inklusif,” jelasnya.
Kolaborasi Global dalam Dakwah
STIDKI Ar Rahmah terus memperluas jangkauan dakwahnya dengan menjalin kerja sama dengan berbagai masjid dan komunitas Muslim di dalam dan luar negeri. Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu manajemen masjid yang telah mereka pelajari selama perkuliahan.
Dengan adanya Tebar Imam Internasional (Lintas Negara) ini, STIDKI Ar Rahmah berharap bisa terus berkontribusi dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban Islam serta mencetak kader ulama yang siap berdakwah di berbagai belahan dunia. (surabayakabarmetro.id)




