SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Setiap tanggal 31 Mei, Kota Surabaya selalu merayakan ulang tahunnya.
Pada tahun ini diperingati sebagai Hari Jadi Kota Surabaya atau HJKS ke-732.
Masyarakat Surabaya merayakan secara sukacita.
Sayangnya, tidak banyak warga Surabaya yang mengetahui sejarah panjang Kota Surabaya.
Termasuk sosok wali kota pertama Surabaya di era kemerdekaan
Sosok itu adalah dr Radjamin Nasution.
Di tengah kemeriahan peringatan ulang tahun Kota Surabaya, ada sosok dr Radjamin Nasution yang juga perlu mendapatkan perhatian.
Ia adalah Wali Kota Surabaya pertama sejak era kemerdekaan.
Radjamin Nasution memiliki gelar Sutan Kumala Pontas.
Dia lahir di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 15 Agustus 1892.
Dia menjadi Wali Kota Surabaya di dua zaman.
Yaitu zaman Jepang dan era kemerdekaan.
Sikap Radjamin Nasution yang nasionalis, membuat Presiden Sukarno mengangkatnya menjadi Wali Kota Surabaya di era kemerdekaan.
Namanya Diusulkan Jadi Nama Jalan di Surabaya
Saat ini ada sebagian pihak yang melek terhadap sejarah.
Mereka menginginkan agar nama dr Radjamin Nasution lebih dikenal oleh masyarakat, dan dijadikan nama jalan di Surabaya.
Usulan tersebut disampaikan oleh Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN).
Saat Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) bersama GP Ansor Ansor Surabaya berziarah ke makam Radjamin Nasution di TPU Rangkah, kondisinya sangat miris.
Meski lingkungan makam tergolong bersih tapi kondisi makam kurang terurus. Tidak ada prasasti yang menyebutkan di sana terbaring sosok Wali Kota Surabaya Pertama.
“Kami berharap Pemerintah Kota Surabaya lebih memperhatikan makam Dokter Radjamin Nasution. Di nisannya harus ditulis bahwa almarhum adalah Wali Kota Surabaya pertama sejak era kemerdekaan. Ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus edukasi sejarah kepada masyarakat Surabaya, agar mengetahui pemimpinnya,” kata Ketua Umum FJN, Muhamad Didi Rosadi, dalam keterangannya, Sabtu 31 Mei 2025.
Pria yang akrab disapa Diday ini juga mengusulkan sebagai bentuk penghargaan kepada Dokter Radjamin Nasution, namanya diabadikan sebagai nama jalan di Kota Surabaya.
Menurutnya, realisasi itu tidak sulit selama ada usulan dari Pemkot Surabaya dan persetujuan dari DPRD Kota Surabaya.
Apalagi masih banyak ruas kota Surabaya yang belum memiliki nama spesifik, hanya menggunakan nama wilayah.
“Kami berharap nama Jalan dr. Radjamin Nasution ada di jalan protokol seperti Jl. Wali Kota Mustajab dan Gubernur Soerjo. Atau setidaknya di jalan sekitar makam beliau,” imbuh kader muda NU tersebut.
Diday mengungkapkan sosok Radjamin sebagai pribadi yang sederhana. Demikian pula keluarganya yang bersikap legowo dengan tidak membesar-besarkan nama almarhum Radjamin Nasution.
Terbukti, meski layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Namun pihak keluarga memilih memakamkan jasad Radjamin Nasution di pemakaman umum, TPU Rangkah.
“Menurut kami, kita punya tanggungjawab moral dan tanggungjawab sejarah untuk memberi penghormatan kepada dokter Radjamin Nasution dan orang-orang yang berjasa di Surabaya,” pungkas Diday. (surabayakabarmetro.id)




