Berita Jawa Timur Pendidikan Utama

Peduli Bakat Para Siswa SLB di Pasuruan, YESNOW Buka Akses Lapangan untuk Kerja Siswa Luar Biasa

Peduli Bakat Para Siswa SLB di Pandaan, YESNOW Buka Akses Lapangan untuk Kerja Siswa Luar Biasa (istimewa/ surabayakabarmetro.id)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Kepedulian terhadap para siswa berkebutuha khusus, atau siswa luar biasa terus tumbuh di masyarakat.

Misalnya dalam hal prestasi, dan kesempatan kerja untuk mereka.

Itu seperti yang dilakukan oleh YESNOW, baru-baru ini.

Komitmen merek kecantikan lokal YESNOW dalam mendukung pemberdayaan anak berkebutuhan khusus terus berlanjut. 

YESNOW kembali menghadirkan program Celebrate Creativity and Confidence! yang puncaknya berlangsung pada Senin 13 April 2026, di SLB Negeri Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Sebelumnya, pada Oktober 2025, kegiatan serupa digelar YESNOW di SLB YPAC Surabaya dengan melibatkan lebih dari 50 siswa dalam fashion show dan crafting workshop.

Pemenang fashion show mendapat kesempatan menjadi model YESNOW dengan kontrak selama tiga bulan, sementara karya workshop dipamerkan dalam pameran kecantikan di booth YESNOW.

Sementara itu dalam Celebrate Creativity and Confidence! di SLBN Pandaan, YESNOW menghadirkan berbagai lomba kreatif, mulai dari fashion show, make up, membatik hingga menjahit. 

Sebanyak 36 siswa mengikuti kompetisi yang terbagi dalam enam kelompok, sementara total peserta yang hadir mencapai 80 orang dari jenjang TKLB hingga SMALB.

Kepala SLB Negeri Pandaan, Ifa Every Robiansyah, menjelaskan kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan program vokasi sekolah. 

Di SLB Negeri Pandaan, siswa dibekali program VISIBLE (Vokasi Istimewa Siswa Berbakat Luar Biasa) yang mencakup lima bidang keterampilan, yakni membatik, tata busana, tata rias, make up, dan desain grafis.

“Semua proses dikerjakan langsung oleh anak-anak. Mulai dari membatik, menjahit hingga hasil akhirnya ditampilkan dalam fashion show hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pembuatan busana dilakukan secara intensif selama dua hari.

Hari pertama dimulai dari pembatikan hingga perancangan pola, kemudian dilanjutkan proses menjahit hingga siap ditampilkan di panggung.

Produk yang ditampilkan dalam fashion show merupakan hasil kolaborasi siswa dengan motif batik khas sekolah bertajuk Tri Sekar, yang mengangkat kearifan lokal Kabupaten Pasuruan. 

Ifa menilai kolaborasi dengan mitra eksternal seperti YESNOW menjadi supporting system penting dalam mengembangkan potensi siswa.

“Kegiatan seperti ini menjadi cara agar potensi mereka bisa dilihat dan didengar,” tegasnya.

Ifa memastikan kolaborasi tidak berhenti pada kegiatan ini. Pihak sekolah membuka peluang kerjasama lanjutan guna mendukung kemandirian siswa melalui program vokasi berkelanjutan.

Tingkatkan Percaya Diri dan Peluang Kerja Sekretaris Direktur YESNOW, Yuniar Ayu, mengatakan kegiatan itu digelar Bersama komunitas Beauty Allies untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa SLB melalui ruang ekspresi kreatif. 

“Kami ingin adik-adik di SLB bisa lebih percaya diri melalui fashion show, make up, dan membatik. Antusiasme mereka luar biasa sejak proses persiapan,” katanya.

Menurut Yuniar, pesan utama program ini adalah mengubah cara pandang masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. 

Mereka tidak perlu dikasihani melainkan didukung agar potensi mereka berkembang dan bisa mandiri.

“Mereka punya kelebihan yang kadang bahkan tidak dimiliki orang lain. Batik yang mereka buat sangat bagus, ” ujarnya.

Selain memberikan total hadiah uang tunai senilai Rp 7 juta untuk tiga pemenang, piala dan piagam penghargaan, YESNOW juga menghadirkan tim perusahaan untuk melihat potensi siswa sebagai calon tenaga kerja.

“YESNOW ingin memberi ruang ekspresi, apresiasi, dan akses kerja. Beberapa karyawan kami juga berasal dari latar belakang berkebutuhan khusus,” imbuhnya.

Buktikan Kemampuan Anak SLB

Brand Ambassador YESNOW sekaligus juri, Zoe Levanya, mengaku terkesan dengan kemampuan para peserta, khususnya dalam membatik dan menjahit.

“Menurut saya, membatik itu sangat menantang. Tapi hasil karya mereka rapi dan bagus. Busana yang ditampilkan di fashion show benar-benar hasil kerja siswa SLB,” ungkapnya.

Penilaian lomba meliputi kecocokan desain, kerapian, pemilihan warna, hingga tingkat kesulitan pembuatan busana.

Ia juga menyoroti antusiasme peserta, termasuk seorang siswa dengan down syndrome yang tampil penuh semangat. 

Zoe berharap kegiatan ini mampu mengubah stigma masyarakat.

“Banyak orang masih memandang anak SLB sebelah mata. Padahal mereka mampu dan punya kelebihan di banyak hal. Mereka hanya butuh kesempatan, ” pungkasnya. (surabayakabarmetro.id)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi