Berita Creative Humaniora IDEAS Surabaya Travel Utama

Jalan yang Tiap Hari Dilewati, Kenapa Sekarang Terlihat Berbeda?

Salah satu sudut di depan Hotel Majapahit, Surabaya (surabayakabarmetro.id/ Nova Yulia)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Saat jalan jalan lalu melewati bangunan tua atau jalanan tertentu di surabaya lalu berpikir, “wah foto di sini kayanya bagus”.

Nah sekarang beberapa sudut kota yang biasanya hanya dilewati justru mulai menjadi tempat untuk berfoto, atau pun membuat konten karena tempat yang dulunya terlihat biasa saja sudah dianggap unik sekarang.

Hal seperti ini cukup mudah ditemui di media sosial.

Foto outfit dengan latar bangunan tua, foto nongkrong di pinggir jalan, sampai video dengan suasana kota Surabaya sering muncul di Instagram dan TikTok.

Tempat yang dipilih pun tidak selalu harus berupa tempat wisata kadang cukup menemukan sudut yang pas dan unik.

Fenomena ini muncul karena keiasaan anak muda sekarang yang memanfaatkan ruang publik sebagai bagian dari foto dan konten, misalnya kawasan Kota Lama Surrabaya banyak diminati karena bangunannya yang memiliki visual yang kuat.

Beberapa area modern di Surabaya Barat juga ikut menjadi latar foto dengan suasana yang berbeda.

Pilihan tempat seperti ini biasanya juga disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan. Outfit vintage misalnya, terasa lebih sesuai ketika dipakai di bangunan tua.

Sementara gaya yang lebih santai atau pakaian jalanan bisa menggunakan jalan kota sebagai latar belakang.

Sementara itu, Surabaya juga memiliki sisi yang berbeda dan bisa ditemukan di area Kenjeran.

Kalau biasanya kebanyakan foto dengan bangunan atau jalan raya, daerah pesisir bisa memberikan suasana yang lebih luas dan terbuka.

Langit, laut, dan daerah sekitarnya bisa menjadi pilihan jika ingin hasil foto yang tidak terlalu “kota”.

Banyak wilayah di Surabaya memang sudah ada sejak lama dan sering dikunjungi orang. Yang berubah adalah cara orang memanfaatkannya.

Dulunya, orang biasanya datang ke Jalan Tunjungan untuk sekadar jalan-jalan atau belanja. Sekarang, selain hal itu, ada orang yang datang untuk memotret pakaian, membuat video, atau hanya ingin mengabadikan suasana.

Begitu juga dengan bangunan-bangunan lama. Bagi sebagian orang, bangunan itu mungkin cuma terlihat sebagai bagian dari kota. Bagi orang lain, tampilan bangunan dan suasana tempatnya justru membuat mereka berhenti dan mengambil foto.

Meski begitu, ada satu hal yang juga perlu diperhatikan. Jangan sampai karena terlalu sibuk mencari foto yang bagus, kita justru lupa menikmati keindahan tempatnya. Foto memang bisa jadi bagian dari pengalaman, tapi suasana di tempat itu lebih luas daripada apa yang terlihat lewat kamera.

Jadi, kalau belakangan ini kalian melihat anak muda berhenti di pinggir jalan hanya untuk foto, mungkin mereka bukan sedang mencari tempat baru. Bisa jadi mereka hanya menemukan sudut yang selama ini kita lewati. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia W

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi