Berita Food Jawa Timur Surabaya Utama

Eksistensi Kuliner Tradisional Surabaya di Tengah Gempuran Tren Makanan Kekinian

Ilustrasi rujak cingur kuliner khas Surabaya (istimewa/ AI/ SurabayaKabarMetro.id)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Mencari makanan kini tidak perlu menunggu rekomendasi dari teman maupun keluarga, tetapi hanya perlu membuka media sosial seperti TikTok dimana semua tren makanan kekinian akan bermunculan dan di sinilah kehadiran tren tersebut membuat pilihan makanan semakin beragam.

Saat ini, masyarakat, terutama remaja, dapat dengan gampang menemukan makanan baru lewat media sosial atau rekomendasi dari berbagai platform digital.

Di antara banyak pilihan yang ada, kuliner tradisional Surabaya masih memiliki tempat khusus.

Surabaya terkenal dengan berbagai masakan khas yang sudah menjadi bagian dari kehidupan warga setempat seperti Rujak cingur, lontong balap, tahu campur, lontong kupang, semanggi, tahu tek, hingga lontong kikil masih bisa ditemukan di berbagai lokasi.

Makanan-makanan tersebut memang bukan kuliner baru, kehadirannya tetap menarik untuk dibicarakan terutama saat tren makanan terkini semakin mudah ditemukan dimana kita dapat dengan mudah mencari melalui media sosial.

Salah satu tantangan dalam kuliner tradisional adalah bagaimana menjaga makanan tersebut yang sudah ada sejak dulu tetap dikenal dan tidak tergantikan oleh masyarakat sekarang.

Dulunya, rekomendasi makanan sering didapatkan dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar, tetapi sekarang media sosial juga menjadi tempat orang mencari informasi tentang kuliner.

Kondisi ini justru bisa jadi kesempatan bagi masakan tradisional dimana makanan yang sudah dikenal oleh masyarakat setempat bisa kembali diperkenalkan dengan cara yang lebih sesuai dengan kebiasaan orang-orang zaman sekarang.

Selain itu Harga menjadi salah satu faktor mengapa makanan tradisional masih banyak disukai meskipun ada banyak pilihan makanan, masyarakat tetap bisa menemukan santapan yang enak namun harganya terjangkau.

Namun, harga bukanlah satu-satunya hal yang membuat sebuah makanan bisa bertahan lama akan tetapi rasa, kualitas, kebersihan, pelayanan, dan konsistensi rasa makanan juga menjadi faktor yang dipertimbangkan pembeli.

Di sisi lain, tren makanan yang sedang tren terus mengalami perubahan dimana makanan yang banyak dibicarakan hari ini nantinya mungkin tidak tetap terkenal beberapa lama kemudian.

Oleh karena itu, makanan tradisional tidak selalu harus mengikuti tren atau menjadi populer di media sosial agar tetap bertahan dimana rasa yang konsisten, harga yang terjangkau, dan pelanggan yang sudah mengenal makanan tersebut masih sangat penting.

Di tengah perubahan tren makanan yang terus berubah, masakan tradisional Surabaya masih bisa bertahan dan tetap dikenal bukan hanya karena menjadi bagian dari identitas kota saja, tetapi juga karena masih banyak orang yang terus menikmati dan mengenalkan ke generasi muda. (surabayakabarmetro.id)

Penuls: Nova Yulia W

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi