Berita Jawa Timur Surabaya Utama

Sejarah Ujung Galuh, Jejak Awal yang Mengantar Surabaya Menjadi Kota Besar

Sejarah Ujung Galuh, Jejak Awal yang Mengantar Surabaya Menjadi Kota Besar (pexels)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Jika mendengar nama Surabaya, hal pertama yang muncul di benak banyak orang pastilah ibu kota Jawa Timur yang memiliki segudang cerita perjuangannya.

Ikon seperti patung ikan dan hiu, Tugu Pahlawan, dan suara lantang arek-arek Suroboyo tentu saja melekat dengan sangat erat pada nama Kota Pahlawan ini.

Jauh sebelum Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan, sebelum jalan-jalannya dipenuhi kendaraan dan gedung-gedung menjulang di tengah kota, kawasan ini memiliki wajah yang sangat berbeda.

Di sebuah wilayah pesisir yang dipengaruhi aliran sungai dan aktivitas pelayaran, kehidupan perlahan tumbuh.

Wilayah itu dikenal dalam berbagai sumber sejarah dengan nama Ujung Galuh.

Nama Ujung Galuh mungkin tidak sepopuler nama Surabaya.

Namun, ketika membicarakan perjalanan panjang terbentuknya Surabaya, nama ini hampir selalu muncul.

Ujung Galuh merupakan salah satu jejak penting yang memperlihatkan bahwa kawasan Surabaya sejak masa lampau telah memiliki posisi strategis sebagai wilayah pesisir dan jalur perdagangan.

Ujung Galuh dan Letaknya yang Strategis

Secara geografis, kawasan Ujung Galuh berada di wilayah pesisir yang berkaitan erat dengan muara Sungai Brantas.

Letaknya menjadikan kawasan ini memiliki akses langsung terhadap jalur perairan yang menghubungkan wilayah pedalaman dengan pesisir.

Pada masa ketika transportasi darat belum berkembang seperti sekarang, sungai memiliki peranan yang sangat penting.

Sungai bukan sekadar sumber air, tetapi juga berfungsi sebagai jalur perjalanan manusia dan pengangkutan berbagai komoditas.

Dalam konteks tersebut, posisi Ujung Galuh menjadi sangat strategis.

Wilayah pedalaman Jawa Timur menghasilkan berbagai komoditas yang dapat dibawa melalui jalur sungai menuju kawasan pesisir.

Dari wilayah pesisir, barang-barang tersebut kemudian dapat diteruskan melalui jalur laut menuju daerah lain.

Dengan demikian, kekuatan Ujung Galuh tidak hanya terletak pada wilayahnya, tetapi juga pada posisinya sebagai titik pertemuan antara jalur sungai dan jalur laut.

Nama Ujung Galuh dalam Jejak Sejarah

Nama Ujung Galuh muncul dalam berbagai pembahasan mengenai sejarah awal kawasan Surabaya. Namun, sejarah mengenai Ujung Galuh tidak selalu memiliki satu versi yang sepenuhnya sama.

Sejumlah sumber menghubungkan Ujung Galuh dengan kawasan pelabuhan pada masa Kerajaan Majapahit.

Pemerintah Kota Surabaya sendiri menyebut Ujung Galuh sebagai salah satu nama yang berkaitan dengan kawasan Surabaya pada masa awal perkembangannya.

Kawasan ini kemudian berkembang menjadi pelabuhan penting dalam jaringan perdagangan Majapahit.
Hal tersebut menjadi penting karena Majapahit bukan sekadar kerajaan dengan wilayah kekuasaan yang luas.

Kerajaan ini juga memiliki jaringan perdagangan dan pelayaran yang menghubungkan berbagai wilayah Nusantara.

Pelabuhan menjadi bagian penting dari jaringan tersebut. Melalui pelabuhan, barang, manusia, dan informasi bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain.

Ujung Galuh kemudian memiliki peran dalam jaringan pergerakan tersebut.

Ujung Galuh sebagai Ruang Pertemuan

Jika membayangkan Ujung Galuh pada masa lampau, kita mungkin tidak akan menemukan kota seperti Surabaya sekarang. Tidak ada gedung bertingkat atau jalan raya yang membelah kawasan kota.

Yang lebih mungkin ditemukan adalah aktivitas yang berpusat pada air: perahu yang datang dan pergi, pedagang yang membawa barang, serta masyarakat yang kehidupannya berkaitan erat dengan sungai dan pesisir.

Pelabuhan membuat Ujung Galuh menjadi ruang pertemuan berbagai kepentingan.

Pedagang dari daerah yang berbeda dapat bertemu di satu tempat.

Barang dari pedalaman dapat dipertukarkan dengan komoditas dari wilayah pesisir atau daerah lain.

Dari aktivitas semacam inilah sebuah kawasan pelabuhan dapat berkembang menjadi permukiman, kemudian menjadi pusat ekonomi, dan pada akhirnya berkembang menjadi kota.

Ujung Galuh dengan demikian dapat dilihat bukan hanya sebagai sebuah nama tempat, tetapi sebagai gambaran tentang fase awal sebuah kawasan yang bertumbuh karena mobilitas manusia dan perdagangan.

Dari Ujung Galuh Menuju Surabaya
Hubungan antara Ujung Galuh dan Surabaya tidak dapat dipahami sebagai perubahan nama yang berlangsung secara sederhana. Perkembangan wilayah tersebut berlangsung melalui proses sejarah yang panjang.

Kawasan pesisir mengalami perubahan politik, ekonomi, dan geografis. Jalur sungai dapat berubah, pusat kekuasaan berpindah, dan aktivitas perdagangan berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Dalam proses yang panjang tersebut, nama dan fungsi kawasan pun ikut berubah. Surabaya kemudian semakin dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan pelayaran penting di Jawa Timur.

Karena itu, ketika Ujung Galuh disebut sebagai bagian dari sejarah awal Surabaya, yang perlu dipahami bukan sekadar anggapan bahwa “Ujung Galuh adalah Surabaya pada masa lalu”. Lebih tepat jika Ujung Galuh dipandang sebagai salah satu lapisan sejarah yang membentuk perjalanan kawasan Surabaya. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Alya Sabilatun N

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi