Berita Hobi IDEAS Kesehatan Utama

Jangan Biasakan Bangun Siang, Karena Bangun Pagi Bisa Menentukan Produktivitas Seharian

Jangan Biasakan Bangun Siang, Karena Bangun Pagi Bisa Menentukan Produktivitas Seharian (pexels)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA Pernah merasa satu hari menjadi kurang teratur hanya karena bangun kesiangan? Ketika waktu bangun terlambat, berbagai aktivitas pada pagi hari sering dilakukan dengan terburu-buru.

Sebaliknya, bangun lebih awal memberi kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum memulai aktivitas utama.

Kebiasaan bangun pagi kerap dikaitkan dengan produktivitas karena pagi hari memberikan waktu untuk mengatur aktivitas, menentukan prioritas, hingga mempersiapkan kondisi tubuh dan pikiran. Namun, bukan berarti seseorang harus bangun sangat pagi untuk menjadi produktif. Kualitas tidur dan rutinitas yang dilakukan setelah bangun juga memiliki peran penting.

Memberi Waktu untuk Mempersiapkan Hari

Bangun lebih awal membuat seseorang memiliki waktu tambahan sebelum menjalankan aktivitas utama, seperti kuliah, bekerja, atau mengerjakan berbagai tugas.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk mandi, sarapan, berolahraga ringan, merapikan kamar, atau sekadar duduk tenang sebelum memulai aktivitas.

Rutinitas sederhana tersebut dapat membuat awal hari terasa lebih teratur. Dengan tidak terburu-buru, seseorang juga memiliki kesempatan untuk menentukan apa yang perlu dikerjakan terlebi dahulu.

Hal ini membuat pagi menjadi waktu yang tepat untuk menyusun prioritas. Misalnya, seseorang dapat melihat jadwal kegiatan, membuat daftar pekerjaan, kemudian menentukan tugas yang harus diselesaikan lebih dulu.

Berkaitan dengan Ritme Sirkadian
Bangun pagi juga berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu sistem biologis tubuh yang mengatur berbagai fungsi selama kurang lebih 24 jam, termasuk siklus tidur dan bangun.

National Institute of General Medical Sciences (NIGMS) menjelaskan bahwa ritme sirkadian dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, salah satunya cahaya. Cahaya yang diterima tubuh pada pagi hari menjadi salah satu sinyal penting bagi sistem pengaturan waktu biologis tubuh.

Karena itu, membangun kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang relatif konsisten dapat membantu menjaga pola tidur yang lebih teratur. Setelah bangun, paparan cahaya pagi juga dapat menjadi salah satu bagian dari rutinitas yang membantu tubuh mengenali bahwa hari telah dimulai.

Membantu Menjaga Fokus

Produktivitas tidak hanya berkaitan dengan banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, tetapi juga kemampuan untuk berkonsentrasi. Pagi yang dimulai tanpa terburu-buru dapat memberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi berbagai aktivitas.

Misalnya, daripada langsung membuka media sosial setelah bangun, waktu pagi dapat digunakan untuk melakukan aktivitas yang lebih terarah. Mulai dari membaca, berolahraga ringan, menyiapkan pekerjaan, hingga menikmati sarapan dengan tenang.

Kebiasaan tersebut bukan berarti langsung membuat seseorang produktif sepanjang hari. Namun, rutinitas yang teratur dapat membantu menciptakan awal hari yang lebih terarah.

Meski bangun pagi sering dikaitkan dengan produktivitas, kebiasaan tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal jika dilakukan dengan mengorbankan waktu tidur.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan orang dewasa berusia 18–60 tahun mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Tidur yang cukup penting bagi kesehatan dan berbagai fungsi tubuh, termasuk perhatian dan daya ingat.

Artinya, bangun pukul 05.00 setelah tidur pukul 01.00 bukanlah contoh rutinitas pagi yang ideal. Jika ingin bangun lebih awal, waktu tidur juga perlu disesuaikan agar kebutuhan istirahat tetap terpenuhi.

Jadi, Apa yang Membuat Pagi Menjadi Produktif?

Bangun pagi sebenarnya bukan satu-satunya faktor yang menentukan produktivitas seseorang. Yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan dan apakah tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Pagi dapat dimanfaatkan untuk membuat daftar prioritas, berolahraga, sarapan, mempersiapkan pekerjaan, atau melakukan kegiatan lain yang membantu tubuh dan pikiran lebih siap menjalani hari.

Dengan demikian, bangun pagi dapat menjadi awal dari rutinitas yang lebih teratur. Bukan soal siapa yang paling pagi bangun, tetapi bagaimana seseorang memulai hari dengan cukup tidur, persiapan yang baik, dan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhannya.

Hari yang produktif tidak selalu dimulai dengan alarm paling pagi. Tidur yang cukup, bangun dengan teratur, dan memiliki rutinitas yang jelas justru menjadi kombinasi penting agar aktivitas sepanjang hari dapat berjalan lebih terarah. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Anisah RA

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi