Berita Bola Mania Internasional Utama

Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Sudah Selesai, Kok War Netizen Belum?

Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 Sudah Selesai, Kok War Netizen Belum? (surabayakabarmetro.id/ Nova Yulia)

SURABAYAKABARMETRO.ID – Pertandingan antara Timnas Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 sudah selesai, hasilnya juga sudah jelas Indonesia bahkan sudah merayakan kemenangan.

Tapi jika membuka X atau Threads beberapa hari setelah pertandingan, rasanya pembahasannya belum benar-benar selesai berbagai cuitan dan unggahan yang membahas Indonesia-Malaysia masih terus bermunculan di timeline.

Awalnya, perdebatan memang berangkat dari pertandingan sepak bola dimana kegagalan Malaysia melaju ke final setelah hasil pertandingan dan tambahan waktu menjadi salah satu pemicunya. Dari situ, muncul berbagai komentar dari warganet kedua negara yang kemudian saling membalas di media sosial.

Masalahnya, perdebatan tersebut ternyata tidak berhenti ketika pertandingan selesai namuun setelah Indonesia meraih kemenangan, masih ada unggahan yang kembali memancing respons warganet. Beberapa di antaranya bahkan tidak lagi membahas jalannya pertandingan, tetapi sudah melebar menjadi saling sindir antarnegara.

Perdebatan tersebut bahkan sempat melebar ke persoalan brand dimana sejumlah warganet Malaysia menyerukan boikot terhadap brand tertentu setelah akun brand tersebut ikut mengunggah meme yang dianggap menyindir.

Seruan tersebut kemudian kembali ramai di media sosial dan menunjukkan bagaimana sebuah unggahan yang awalnya hanya dianggap sebagai candaan bisa berkembang menjadi persoalan yang lebih besar ketika sudah membawa nama negara dan melibatkan banyak pengguna.

Hal seperti ini sebenarnya tidak terlalu asing di media sosial dimana satu unggahan bisa memunculkan ratusan bahkan ribuan balasan. Ketika banyak orang ikut memberikan komentar, membagikan ulang, atau membuat unggahan tandingan, topik yang sama bisa terus muncul meskipun peristiwa awalnya sudah lewat.

Belum lagi algoritma media sosial yang membuat pengguna lebih mudah menemukan konten dengan topik yang sedang sering mereka lihat atau berinteraksi. Akibatnya, kalau seseorang beberapa kali membuka atau membaca unggahan tentang “war” netizen Indonesia-Malaysia, bukan tidak mungkin unggahan serupa kembali muncul di timeline.

Yang menarik, bentuk perdebatan di media sosial juga tidak selalu serius ada yang benar-benar saling berargumen, ada yang menyindir, tetapi ada pula yang justru menjadikannya bahan bercandaan. Beberapa unggahan yang mencoba memancing respons bahkan dibalas dengan meme dan komentar lucu oleh warganet Indonesia.

Di sinilah media sosial membuat sebuah pertandingan terasa seperti memiliki babak tambahan saat pertandingan di lapangan memang punya peluit akhir, tetapi percakapan di internet tidak memiliki batas waktu yang sama. Selama masih ada orang yang membalas, mengutip, atau membuat konten baru, topik tersebut bisa terus hidup.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana olahraga tidak hanya menjadi urusan pertandingan, ketika melibatkan dua negara dengan sejarah persaingan yang cukup panjang di dunia olahraga, pertandingan bisa dengan mudah berkembang menjadi percakapan mengenai identitas dan kebanggaan masing-masing.

Namun, bukan berarti setiap unggahan yang muncul harus dianggap sebagai gambaran sikap seluruh masyarakat Indonesia atau Malaysia, media sosial hanya memperlihatkan sebagian suara pengguna yang aktif berkomentar. Di luar timeline, tentu masih banyak orang yang menonton pertandingan tanpa ikut terlibat dalam perdebatan tersebut.

Jadi, kalau beberapa hari setelah pertandingan kamu masih menemukan war netizen Indonesia-Malaysia setiap membuka X atau Threads, sebenarnya tidak terlalu aneh. Pertandingannya memang sudah selesai, tetapi percakapan di media sosial punya cara sendiri untuk memperpanjang umur sebuah peristiwa.

Mungkin inilah “babak tambahan” yang tidak ada di papan skor pertandingan yang sudah selesa, tetapi timeline masih terus berlanjut. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi