Berita Jawa Timur Surabaya Utama

Surabaya yang Ngangenin, Belok ke Gang, Pulang ke Suasana yang Berbeda

Surabaya yang Ngangenin, Belok ke Gang, Pulang ke Suasana yang Berbeda (pexels)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Sepulang kuliah di Surabaya, jalan utama biasanya masih ramai.

Motor berseliweran, suara kendaraan terdengar dari mana-mana, dan orang-orang seperti punya urusan masing-masing.

Tapi setelah belok ke gang menuju kos, suasananya mulai berubah.

Jalan yang tadinya ramai jadi lebih sempit di kanan-kiri ada rumah warga, warung kecil, beberapa motor yang terparkir, dan orang-orang yang sedang duduk di depan rumah.

Kadang ada anak kecil bermain, kadang juga Cuma terdengar suara televisi dari rumah warga.

Buat anak kos, gang seperti ini mungkin sudah terlalu biasa sampai jarang diperhatikan padahal hampir setiap hari tempat yang sama dilewati, pagi untuk berangkat kuliah, siang untuk mencari makan, sore pulang, lalu malam keluar lagi kalau tiba-tiba ingin beli sesuatu.

Warung di ujung gang juga biasanya punya ceritanya sendiri. Ada mahasiswa yang datang untuk makan, warga yang membeli kebutuhan, atau orang yang Cuma mampir membeli minuman.

Pemilik warung mungkin sudah hafal beberapa wajah yang hampir setiap hari datang.

Menjelang sore, suasananya mulai berubah lagi. Anak-anak keluar rumah, beberapa warga duduk di teras, sementara motor mulai lebih sering keluar masuk. Gang yang tadi pagi dilewati begitu saja tiba-tiba terasa lebih hidup.

Tidak ada acara khusus, tidak ada sesuatu yang besar juga. Hanya orang-orang yang menjalani aktivitas seperti biasa.

Kadang justru hal-hal kecil seperti itu yang membuat sebuah gang terasa akrab. Kita mungkin tidak tahu nama semua orang yang tinggal di sana, tapi mulai mengenali wajahnya tukang sayur yang lewat, tetangga yang sering menyapu halaman, atau bapak-bapak yang hampir setiap sore duduk di tempat yang sama.

Buat mahasiswa yang tinggal di kos, suasana seperti ini bisa terasa berbeda dengan tempat asalnya awalnya mungkin hanya melihat gang sebagai jalan menuju kos, lama-lama tempat itu menjadi bagian dari rutinitas tanpa sadar.

Sampai suatu hari, ketika pulang dan gang terasa lebih sepi dari biasanya, mungkin baru terasa kalau ternyata suasana kecil seperti itu sudah cukup familiar.

Surabaya memang sering dikenal lewat jalan-jalan besarnya, pusat perbelanjaan, tempat makan, atau kawasan yang ramai. Tapi kehidupan sehari-hari warga juga berlangsung di tempat-tempat yang jauh lebih sederhana.

Salah satunya gang kecil yang setiap hari dilewati orang untuk pulang.

Tidak banyak yang istimewa dari sebuah gang. Tapi kalau dilewati setiap hari, tempat itu bisa menyimpan cukup banyak cerita.(surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi