SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA– Program Makan Bergizi Gratis atau MBG resmi digelar di Suraaya.
Terkait hal itu, politisi PKB buka suara.
Menourutnya, program Makan Bergizi Gratis tak hanya soal memberi makan anak.
Simak selengkapnya di sini!
Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah dan keluarga prasejahtera.
Program ini diresmikan serentak di lima sekolah perwakilan: TK Yasporbi, SD Taquma, SMPN 13 Surabaya, SMAN 10 Surabaya, dan SMK PGRI 1 Surabaya, dengan rencana pelaksanaan selama satu tahun penuh.
Ketua Harian DPP PKB Ais Shafiyah Asfar memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.
Lebih lanjut, Ais menilai kecukupan gizi merupakan prasyarat dasar untuk kondisi tubuh yang prima dan pendidikan berkualitas.
“Masalah gizi bukan hanya soal kesehatan, tapi juga masa depan. Anak-anak yang kekurangan gizi sulit berkonsentrasi di sekolah, sulit mencapai potensi terbaiknya. Program ini hadir untuk memastikan mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi generasi emas,” ujarnya, Selasa 14 Januari 2025.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 41 persen anak sekolah di Indonesia berangkat ke sekolah dengan keadaan lapar, sementara 58 persen memiliki pola makan tidak sehat. Surabaya pun tidak terlepas dari tantangan ini, sehingga solusi konkret menjadi prioritas.
Program makan bergizi ini juga mendapat inspirasi dari keberhasilan tingkat nasional.
Inisiatif pemerintah seperti Program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) sejak 1997 hingga Progas yang didukung oleh World Food Programme (WFP) sejak 2017, telah menunjukkan dampak positif.
Di antaranya adalah peningkatan kehadiran siswa, penurunan angka putus sekolah, dan perbaiki prestasi akademik.
Selain itu, program ini melibatkan masyarakat lokal dalam penyediaan bahan pangan berbasis lokal, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini bukan hanya soal memberi makan anak-anak, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang mendukung, Dengan melibatkan masyarakat dengan penyediaan bahan pangan, kita membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Kita membantu anak-anak kita, sekaligus membantu perekonomian kita”, tambah Ais yang juga menjabat Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini.
Di tingkat global, program serupa telah didukung oleh School Meals Coalition, yang melibatkan 76 negara. India, misalnya, berhasil menjangkau lebih dari 120 juta anak dengan program makan siang gratis berkat dukungan hukum yang kuat.
Ais juga memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas komitmen beliau dalam memastikan akses makanan bergizi untuk anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab permasalahan gizi sekaligus membangun kualitas hidup bangsa.
“Saya apresiasi betul Bapak Presiden Prabowo bersama dengan para menko dan menterinya, beliau dapat merumuskan dan menjalankan program yang luar biasa ini, maju terus Indonesiaku!” pungkasnya. (surabayakabarmetro.id)




