Berita HEROES Nasional Politik Utama

Sosok Wakil Presiden Adam Malik, Dari Wartawan ke Panggung Diplomasi Dunia

Sosok Wakil Presiden Adam Malik, Dari Wartawan ke Panggung Diplomasi Dunia (wikipedia)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Sebelum dikenal sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, Adam Malik lebih dulu akrab dengan dunia tulisan, organisasi pergerakan, dan perjuangan kemerdekaan.

Ia tumbuh di Pematangsiantar pada masa ketika gagasan tentang Indonesia merdeka masih menjadi cita-cita yang diperjuangkan.

Dari kota kecil di Sumatera Utara itu, langkah Adam Malik kemudian membawanya ke berbagai ruang penting, mulai dari kantor berita hingga forum diplomasi internasional.

Adam Malik Batubara lahir di Pematangsiantar pada 22 Juli 1917. Ia berasal dari keluarga pedagang dan sejak muda telah menunjukkan ketertarikan terhadap persoalan sosial serta pergerakan kebangsaan.

Pengalamannya melihat kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya turut membentuk perhatian Adam terhadap persoalan ketidakadilan pada masa kolonial.

Masa mudanya tidak hanya diisi dengan pendidikan formal. Adam Malik banyak membaca surat kabar dan majalah yang memuat gagasan tentang pergerakan dan kebangsaan. Ia juga aktif dalam organisasi kepemudaan. Ketika masih muda, ia mendirikan cabang Indonesia Muda di Pematangsiantar dan ikut menyebarkan semangat Sumpah Pemuda. Aktivitas tersebut menjadi salah satu pintu yang mempertemukannya dengan dunia politik dan jurnalistik.

Dari dunia pergerakan, Adam kemudian semakin dekat dengan pers. Tulisan-tulisannya mulai dimuat di sejumlah media dan aktivitas jurnalistik tersebut berkembang menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Pada 1937, bersama Soemanang, Albert Sipahoetar, dan Pandoe Kartawigoena, Adam Malik terlibat dalam pendirian Kantor Berita ANTARA. Saat itu usianya baru sekitar 20 tahun.

ANTARA bukan sekadar tempat Adam mengembangkan kemampuan jurnalistik. Pada masa pendudukan Jepang, kantor berita tersebut berada di bawah penguasaan Jepang, tetapi aktivitas perjuangan tetap berlangsung secara sembunyi-sembunyi.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan, Adam Malik juga berada di tengah dinamika para pemuda yang mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Ia kemudian berperan dalam penyebaran berita Proklamasi melalui jaringan Kantor Berita ANTARA.

Setelah Indonesia merdeka, perjalanan Adam Malik memasuki babak yang lebih luas. Ia aktif dalam politik dan pemerintahan, sekaligus menjalankan berbagai tugas yang berkaitan dengan hubungan luar negeri. Arsip Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan mencatat sejumlah posisi penting yang pernah diembannya, mulai dari anggota parlemen, duta besar Indonesia untuk Uni Soviet dan Polandia, hingga Menteri Luar Negeri.

Salah satu bab penting dalam kiprahnya sebagai diplomat terjadi ketika Indonesia berunding dengan Belanda mengenai masa depan Irian Barat. Adam Malik memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan yang kemudian menghasilkan Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962. Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pengalihan administrasi Irian Barat sebelum wilayah tersebut berada di bawah pemerintahan Indonesia.

Nama Adam Malik juga hadir dalam lahirnya ASEAN. Pada 8 Agustus 1967, ia bersama menteri luar negeri dari Filipina, Malaysia, Thailand, dan Singapura menandatangani Deklarasi Bangkok yang menjadi dasar berdirinya ASEAN. Peristiwa tersebut menempatkan Adam Malik dalam salah satu momen penting pembentukan kerja sama regional di Asia Tenggara.

Kemampuannya dalam diplomasi internasional semakin terlihat ketika Adam Malik dipercaya menjadi Presiden Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada periode 1971–1972. Posisi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier diplomatiknya. Ia berada di tengah berbagai perdebatan internasional dan memainkan peran dalam proses yang berkaitan dengan perubahan keanggotaan Republik Rakyat Tiongkok di PBB pada 1971.

Setelah bertahun-tahun berada di dunia politik dan diplomasi, Adam Malik kemudian menduduki jabatan yang lebih tinggi dalam pemerintahan Indonesia. Pada 1977 ia terpilih menjadi Ketua DPR/MPR.

Setahun kemudian, dalam Sidang Umum MPR 1978, ia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia menggantikan Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Adam Malik menjabat sebagai Wakil Presiden pada periode 1978 hingga 1983 dan tercatat sebagai Wakil Presiden RI ketiga.

Menariknya, perjalanan Adam Malik tidak berhenti pada jabatan-jabatan negara. Ia juga meninggalkan sejumlah tulisan yang merekam pandangannya terhadap perjalanan Indonesia.

Perpustakaan Kementerian Luar Negeri mencatat beberapa karyanya, termasuk Riwayat Proklamasi Agustus 1945 dan Sepuluh Tahun Politik Luar Negeri Orde Baru. Buku-buku tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman sebagai wartawan tidak benar-benar ia tinggalkan meskipun kemudian memasuki dunia pemerintahan dan diplomasi.

Adam Malik meninggal dunia pada 5 September 1984. Namun, perjalanan hidupnya meninggalkan jejak yang tersebar di banyak bidang.

Ada nama Adam Malik di sejarah pers melalui ANTARA, di sejarah kemerdekaan melalui aktivitas kepemudaan dan penyebaran berita Proklamasi, di diplomasi melalui perundingan Irian Barat dan pembentukan ASEAN, hingga di pemerintahan sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dari sebuah kota di Sumatera Utara, Adam Malik menempuh jalan yang tidak pernah benar-benar lurus. Ia berpindah dari dunia perdagangan ke pergerakan, dari mesin tulis ke meja perundingan, lalu dari diplomasi internasional ke kursi Wakil Presiden.

Barangkali justru di situlah menariknya sosok Adam Malik: sejarahnya tidak dibangun oleh satu jabatan, melainkan oleh rangkaian langkah yang membuat seorang wartawan muda akhirnya berdiri di antara tokoh-tokoh yang menentukan arah perjalanan Indonesia. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Alya Sabila

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi