Berita HEROES Nasional Politik Utama

Sosok dan Profile BJ Habibie, Wakil Presiden yang Akhirnya Jadi Presiden Republik Indonesia

Sosok dan Profile BJ Habibie, Wakil Presiden yang Akhirnya Jadi Presiden Republik Indonesia (istimewa/ icmi)

SURABAYAKABARMETRO.ID – Inilah sosok dan profile BJ Habibie

Nama Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie lebih banyak dikenal sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia. Namun, sebelum menduduki kursi kepresidenan, Habibie terlebih dahulu dipercaya menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada masa pemerintahan Soeharto.

Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden pada 1998 dalam situasi Indonesia yang sedang menghadapi berbagai persoalan ekonomi dan politik. Tidak lama setelah dilantik sebagai wakil presiden, Habibie kemudian harus mengambil alih kepemimpinan nasional setelah Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998.

Bagaimana B.J. Habibie Menjadi Wakil Presiden?

B.J. Habibie terpilih sebagai Wakil Presiden RI dalam Sidang Umum MPR pada Maret 1998. Saat itu, Soeharto kembali terpilih sebagai Presiden RI untuk masa jabatan 1998–2003 dan Habibie dipilih untuk mendampinginya sebagai wakil presiden.

Sebelum menjadi wakil presiden, Habibie sudah dikenal sebagai tokoh yang memiliki latar belakang kuat di bidang teknologi dan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi selama beberapa periode sejak 1978.

Menurut catatan Kementerian Sekretariat Negara RI, pengalaman Habibie di bidang teknologi dan industri membuatnya menjadi salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Orde Baru, khususnya dalam pengembangan industri strategis nasional.

Apa Peran Habibie sebagai Wakil Presiden?

Sebagai wakil presiden, Habibie berada dalam pemerintahan yang tengah menghadapi situasi nasional yang semakin sulit. Krisis moneter Asia yang dimulai pada 1997 berdampak besar terhadap perekonomian Indonesia. Nilai rupiah melemah, harga-harga meningkat, dan kondisi sosial politik semakin tidak stabil.

Dalam situasi tersebut, masa jabatan Habibie sebagai wakil presiden berlangsung sangat singkat. Ia dilantik pada 11 Maret 1998 dan hanya sekitar dua bulan kemudian harus mengambil alih jabatan presiden.

Karena itu, peran Habibie sebagai wakil presiden tidak berlangsung cukup lama untuk membentuk program pemerintahan yang panjang. Posisi tersebut justru menjadi bagian penting dalam perjalanan politik yang kemudian membawanya menjadi presiden pada masa transisi.

Dari Wakil Presiden Menjadi Presiden

Pada 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan berhenti dari jabatan Presiden Republik Indonesia setelah menjabat selama lebih dari tiga dekade. Setelah pengunduran diri tersebut, B.J. Habibie yang saat itu merupakan wakil presiden kemudian mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia
.
Peralihan tersebut berlangsung berdasarkan ketentuan Pasal 8 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, Presiden digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya.

Dengan demikian, Habibie menjadi presiden bukan melalui pemilihan presiden langsung, melainkan karena menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri.

Memimpin Indonesia di Masa Transisi Reformasi

Masa pemerintahan Habibie berlangsung dalam kondisi yang tidak mudah. Indonesia sedang memasuki periode Reformasi setelah berakhirnya pemerintahan Orde Baru.

Salah satu langkah penting pada masa pemerintahannya adalah membuka ruang yang lebih besar bagi kehidupan politik dan kebebasan pers. Pemerintah juga melakukan sejumlah perubahan dalam bidang politik dan hukum sebagai bagian dari proses reformasi.

Kementerian Sekretariat Negara mencatat bahwa pemerintahan Habibie menghasilkan sejumlah kebijakan yang menjadi bagian dari proses transisi menuju kehidupan demokrasi yang lebih terbuka, termasuk penyelenggaraan Pemilu 1999.

Pemilu tersebut menjadi salah satu tonggak penting setelah perubahan politik 1998. Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik dan menjadi pemilu pertama pada era Reformasi.

Masa Habibie sebagai wakil presiden memang berlangsung singkat. Namun, posisi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Indonesia karena hanya dalam hitungan bulan, Habibie berpindah dari posisi wakil presiden menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Perjalanan tersebut juga menunjukkan bagaimana jabatan wakil presiden memiliki posisi penting dalam sistem ketatanegaraan. Ketika presiden berhenti dari jabatannya, wakil presiden dapat mengambil alih kepemimpinan sesuai dengan ketentuan konstitusi.

Bagi Habibie, masa sebagai wakil presiden menjadi awal dari periode kepemimpinan yang penuh tantangan. Ia kemudian memimpin Indonesia selama masa transisi dari Orde Baru menuju Reformasi sebelum masa jabatannya berakhir pada 1999.

Sosok Habibie akhirnya tidak hanya dikenang sebagai ilmuwan dan tokoh teknologi, tetapi juga sebagai wakil presiden yang kemudian memimpin Indonesia dalam salah satu periode perubahan politik paling penting dalam sejarah bangsa. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Anisah RA

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi