Foto: Pexels
SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Mengunggah sesuatu ke media sosial memang mudah. Namun, tidak semua unggahan bisa menjangkau banyak orang, bahkan ketika informasi yang dibagikan berkaitan dengan persoalan penting.
Hal ini menjadi perbincangan setelah sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan penurunan jumlah penonton konten tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Beauty influencer Tasya Farasya, misalnya, mengaku jumlah penonton Instagram Stories miliknya turun setelah mengunggah konten mengenai karhutla.
Keluhan tersebut memunculkan dugaan shadowban, yaitu kondisi ketika jangkauan konten diduga dibatasi tanpa pemberitahuan kepada pemilik akun. Penurunan jumlah penonton saja belum cukup untuk membuktikan adanya pembatasan.
Salah satu faktor yang memengaruhi konten di media sosial adalah algoritma. Algoritma membantu platform menentukan unggahan yang ditampilkan kepada pengguna berdasarkan berbagai sinyal, termasuk aktivitas dan minat mereka.
Akibatnya, tidak semua pengguna melihat konten yang sama. Namun, ketika jangkauan sebuah unggahan turun drastis, pengguna bisa bertanya-tanya mengenai penyebabnya, terlebih jika konten tersebut memuat informasi yang penting bagi masyarakat.
Media sosial kini menjadi salah satu tempat masyarakat mencari berita dan mengikuti perkembangan suatu peristiwa. Jika informasi penting tidak banyak terlihat, kesempatan masyarakat untuk mengetahui persoalan tersebut juga bisa berkurang.
Meski demikian, jumlah penonton bukan satu-satunya hal penting dalam sebuah informasi. persoalan ini menunjukkan pentingnya transparansi platform dalam mengatur konten. Sebab, ketika media sosial menjadi tempat mencari informasi, masyarakat tidak hanya membutuhkan konten yang menarik perhatian, tetapi juga akses terhadap informasi yang mereka perlukan. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia



