Berita Internasional Utama

Meriahnya Festival Indonesia di Chiba Jepang, Digelar Pertama Kali dan Dihadiri Hampir 15 Ribu Orang

Meriahnya Festival Indonesia di Chiba Jepang, Digelar Pertama Kali dan Dihadiri Hampir 15 Ribu Orang (istimewa/ surabayakabarmetro.id)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Untuk pertama kalinya, Festival Indonesia digelar di Chiba, Jepang.

Festival ini digelar oleh Maha-Job, dan menarik hampir 15.000 pengunjung selama dua hari pelaksanaan.

Jumlah tersebut jauh melampaui proyeksi awal Maha-Job yang memperkirakan sekitar 5.000 pengunjung.

Panitia penyelenggara, Nadya Putri Kurniasari, mengatakan antusiasme masyarakat Indonesia dan Jepang menjadi pengalaman penting bagi Maha-Job dalam mempertemukan dua budaya melalui kegiatan yang terbuka dan interaktif.

Menurut dia, festival tersebut dirancang bukan hanya sebagai panggung pertunjukan, tetapi sebagai ruang perjumpaan masyarakat.

“Festival ini bukan hanya tentang memperkenalkan budaya Indonesia, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi masyarakat Indonesia dan Jepang untuk saling mengenal melalui budaya,” ujar Nadya, Minggu 16 Agustus 2026.

Festival yang digelar di Chiba City Chuo Park tersebut menghadirkan seni, musik, kuliner, serta berbagai aktivitas budaya Indonesia dan Jepang. Maha-Job mengemas kegiatan dengan konsep interaktif agar pengunjung dapat terlibat langsung dalam pengalaman budaya.

Pertunjukan Reog Ponorogo dan tari tradisional Indonesia tampil berdampingan dengan Taiko dan Yosakoi dari Jepang. Pengunjung juga diberi kesempatan mencoba menabuh Taiko, mengikuti gerakan Yosakoi, hingga mencoba menaiki Reog dengan pendampingan panitia.

“Ketika pengunjung dapat mencoba Taiko dan Yosakoi, menikmati Reog dan tari tradisional Indonesia, serta berinteraksi secara langsung, di situlah kami melihat nilai utama dari festival ini,” katanya.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Maha-Job membangun interaksi yang lebih dekat antara masyarakat kedua negara. Festival tidak menempatkan pengunjung hanya sebagai penonton, tetapi memberi ruang untuk mencoba, bertanya, dan berinteraksi.

Tingginya jumlah pengunjung juga dirasakan pelaku UMKM kuliner yang mengikuti festival. Salah satu tenant bahkan harus menambah produksi setelah stok makanan yang disiapkan untuk dua hari habis pada hari pertama.

Besarnya jumlah pengunjung sekaligus menjadi tantangan bagi Maha-Job dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan. Panitia berkoordinasi dengan kepolisian setempat serta melakukan pemantauan selama kegiatan berlangsung.

Beberapa keributan spontan sempat terjadi menjelang akhir acara. Namun, menurut panitia, kejadian tersebut dapat ditangani dalam waktu singkat dan tidak meluas ke luar area festival.

Pengelolaan sampah juga menjadi bagian dari evaluasi Maha-Job karena tempat sampah cepat penuh akibat kepadatan pengunjung. Setelah festival berakhir, panitia kembali ke lokasi pada Senin pagi untuk melakukan penyisiran dan membersihkan area taman.

Nadya mengatakan seluruh pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Maha-Job untuk kegiatan selanjutnya. Antusiasme yang melampaui perkiraan, menurut dia, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas pengelolaan acara.

“Antusiasme yang besar ini juga menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Kami akan menjadikan seluruh pengalaman dari kegiatan di Chiba ini sebagai bahan evaluasi agar kegiatan berikutnya dapat semakin baik, aman, nyaman, dan memberikan pengalaman positif bagi seluruh masyarakat,” pungkas Nadya. (surabayakabarmetro.id)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi