SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Desa Sebani, Dusun Jedug, akan menjadi saksi sejarah dengan peresmian Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kelompok 25.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk badan pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, mahasiswa KKN, dan warga Dusun Jedug.
Peresmian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengatasi permasalahan kurangnya akses air bersih di daerah tersebut.
Kelompok 25 KKN Universitas Muhammadiyah Surabaya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan solusi yang praktis dan efektif bagi masyarakat di Dusun Jedug. Dengan motto “Bersama Membangun Desa”, mahasiswa-mahasiswa ini telah melakukan berbagai penelitian dan pengembangan untuk memperkenalkan teknologi yang disebut PAMSURYA (Pompa Air Masyarakat Berbasis Tenaga Surya).
Ketua kelompok, Moh. Nur Syamsu Saputra, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya TTG yang mereka perkenalkan.
“PAMSURYA adalah solusi inovatif yang dirancang untuk mengatasi kebutuhan air bersih masyarakat yang selama ini menjadi permasalahan serius di Dusun Jedug. Dengan memanfaatkan teknologi pemanenan air hujan dan energi surya, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga,” jelas Nur Syamsu, 4 Juli 2026 lalu.
Peresmian ini dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Sebani, yang memberikan dukungannya terhadap inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKN. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas upaya yang telah dilakukan, yang diharapkan dapat meringankan beban warga dalam hal penyediaan air bersih. “Kami sangat menghargai kerja keras mahasiswa KKN, semoga teknologi ini dapat bermanfaat bagi warga Desa Sebani, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Kepala Desa.
Selanjutnya, mahasiswa KKN dari Kelompok 25 mempresentasikan sistem PAMSURYA secara detail. Teknologi ini memanfaatkan tempat penyimpanan air hujan yang dilengkapi dengan filter sederhana sehingga air dapat langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, sistem ini juga didukung oleh panel surya yang memastikan bahawa proses pemompaan air dapat berjalan terus-menerus tanpa tergantung pada listrik dari PLN.
Warga Dusun Jedug terlihat antusias mengikuti penjelasan yang disampaikan oleh mahasiswa KKN. Beberapa warga bahkan mengajukan pertanyaan berkaitan dengan pemeliharaan dan keberlanjutan sistem PAMSURYA ini.
Dalam sesi tanya jawab, Nur Syamsu dan timnya menjelaskan bahwa mereka akan melakukan pendampingan teknis selama enam bulan ke depan untuk memastikan warga dapat mengoperasikan dan merawat sistem dengan baik.
“Saya senang sekali dengan kehadiran teknologi ini. Kami sudah lama kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Semoga dengan adanya PAMSURYA, kebutuhan air kami dapat terpenuhi,” ungkap salah satu warga, Ibu Rahma, yang sehari-harinya mengandalkan sumur yang sering kering.
Setelah acara seremonial peresmian, para mahasiswa KKN bersama warga langsung melakukan simulasi penggunaan teknologi PAMSURYA. Mereka menunjukkan cara mengumpulkan air hujan menggunakan alat yang telah disediakan dan bagaimana proses penyaringannya. Warga pun mencoba sendiri dan terlihat bersemangat mengikuti langkah-langkah yang diajarkan.
Peresmian TTG ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan teknologi baru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kerjasama antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan ini menandakan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan masyarakat desa dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat.
Nur Syamsu juga menambahkan perlunya kesadaran dari masyarakat dalam menjaga keberlanjutan pemanfaatan air bersih. “Kami harap teknologi ini tidak hanya digunakan, tetapi juga dirawat dan dilestarikan oleh masyarakat, agar semua pihak merasakan manfaatnya dalam jangka panjang,” katanya.
Akhir acara diakhiri dengan penyerahan simbolis alat pemanen air hujan kepada perwakilan warga dan foto bersama antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat. Harapan besar tertumpah pada teknologi yang baru saja diresmikan ini, di mana dengan kerjasama yang baik, Dusun Jedug dapat menikmati akses air bersih yang lebih baik untuk masa depan.
Dengan peresmian TTG PAMSURYA ini, diharapkan Desa Sebani, Dusun Jedug dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam memberdayakan masyarakat melalui teknologi tepat guna.
Dari kesuksesan ini, Universitas Muhammadiyah Surabaya berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan desa-desa di sekitarnya dengan berbagai program kolaboratif yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (surabayakabarmetro.id)




