Action Berita Creative Humaniora IDEAS Uncategorized Utama

Kenapa Kita Suka Mengulang Film atau Drama yang Sudah Pernah Ditonton?

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Pernah berniat mencari film baru untuk ditonton, tetapi akhirnya justru membuka film atau drama yang sudah pernah ditonton berkali-kali?

Mungkin kita sudah hafal jalan ceritanya, tahu kapan adegan favorit akan muncul, bahkan bisa menebak dialognya. Namun, entah kenapa, menontonnya lagi tetap terasa menyenangkan.

Kebiasaan menonton ulang atau rewatching sebenarnya cukup umum. Tidak selalu karena tidak memiliki tontonan baru, tetapi karena film atau drama yang sudah dikenal dapat memberikan rasa nyaman dan pengalaman yang berbeda dibandingkan ketika pertama kali menontonnya.

Salah satu hal yang membuat tontonan lama terasa menarik adalah kita sudah mengetahui apa yang akan terjadi. Saat menonton film baru, ada rasa penasaran dan ketegangan karena belum mengetahui akhir ceritanya.

Sebaliknya, ketika menonton ulang, kita tidak perlu terlalu memikirkan alur atau menunggu kejutan.

Karena sudah mengetahui ceritanya, tontonan tersebut bisa menjadi pilihan ketika sedang ingin bersantai tanpa harus terlalu berkonsentrasi. Film atau drama lama akhirnya terasa seperti hiburan yang sudah familiar.

Film atau drama tertentu juga bisa mengingatkan kita pada periode tertentu dalam hidup. Misalnya, sebuah drama pernah ditonton ketika masih sekolah, saat liburan, atau ketika sedang melewati masa tertentu. Ketika ditonton kembali beberapa tahun kemudian, cerita tersebut bisa membawa kembali suasana dan kenangan dari masa itu.

Hal yang sama dapat terjadi pada karakter, lagu, lokasi, atau dialog tertentu. Jadi, yang dinikmati bukan hanya ceritanya, tetapi juga perasaan yang muncul ketika mengingat pengalaman sebelumnya.

Tidak semua waktu membutuhkan tontonan yang membuat penasaran. Ada kalanya kita hanya ingin berbaring, makan, atau melakukan aktivitas lain sambil menonton sesuatu yang sudah dikenal.

Film atau drama yang familiar bisa menjadi pilihan karena tidak membutuhkan perhatian penuh. Jika ada bagiaan yang terlewat karena sedang melakukan aktivitas lain, kita juga tidak terlalu khawatir kehilangan informasi penting.

Menonton sebuah film untuk kedua atau ketiga kalinya juga bisa memberikan pengalaman yang berbeda. Saat pertama kali menonton, perhatian biasanya tertuju pada jalan cerita. Ketika sudah mengetahui alurnya, kita bisa lebih memperhatikan detail kecil seperti ekspresi karakter, dialog, musik, atau petunjuk yang sebelumnya tidak disadari.

Tidak jarang, adegan yang awalnya terasa biasa justru menjadi lebih menarik setelah mengetahui keseluruhan cerita. Hal ini membuat tontonan lama terasa seperti memiliki sesuatu yang baru meskipun sebenarnya film atau dramanya tetap sama.

Di tengah banyaknya film dan drama baru yang terus bermunculan, tidak ada salahnya kembali ke tontonan lama. Memilih film yang sudah dikenal bukan berarti kehabisan pilihan atau tidak mau mencoba sesuatu yang baru.

Terkadang kita memang hanya membutuhkan cerita yang sudah familiar untuk menemani waktu luang. Apalagi setelah menjalani hari yang melelahkan, menonton sesuatu yang sudah diketahui akhirnya terasa lebih sederhana dan nyaman.

Jadi, kalau suatu malam kembali memilih film atau drama yang sudah pernah ditonton, tidak perlu merasa aneh. Bisa jadi, yang sedang dicari bukan cerita baru, melainkan rasa nyaman yang sudah pernah ditemukan dari cerita tersebut. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Anisah RA

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi