SURABAYAKABARMETRO.ID, SIDOARJO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Jabon resmi membuka kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) “Jenggala 2026”.
Acara pembukaan ini berlangsung khidmat di Aula MINU Jabon, Sidoarjo, dengan mengusung tema “Aktualisasi Nilai Aswaja dalam Pembentukan Kader yang Berintegritas, Visioner, dan Adaptif untuk Menjawab Tantangan Zaman.”
Dalam pembukaan itu mereka mengundang dua jurnalis senior asal Surabaya, yaitu Didi Rosadi dan Ali Masduki.
Lakmud Jenggala 2026 diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam menggembleng mental, wawasan, serta kepemimpinan para pelajar NU di tingkat akar rumput.
Melalui forum pengkaderan menengah ini, para peserta diharapkan tidak hanya sekadar memahami ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) An-Nahdliyah secara teoritis, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
Pembukaan kaderisasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus Banom NU lintas generasi di wilayah Jabon serta jajaran pimpinan cabang. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPNU IPPNU Sidoarjo, Rekan M. Sirojul, yang memberikan apresiasi atas konsistensi PAC IPNU IPPNU Jabon dalam menjaga regenerasi organisasi.
Selain itu, tampak hadir perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jabon yang diwakili oleh Ketua GP Ansor Jabon, Sahabat Dedik Baehaqi, serta jajaran pengurus PAC Muslimat NU Jabon dan PAC Fatayat NU Jabon yang turut memberikan dukungan moral dan spiritual bagi para peserta Lakmud.
Dalam sambutannya, Ketua PAC IPNU Jabon, Rekan M. Imam Sufajar, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan Lakmud Jenggala 2026 ini. Ia menegaskan bahwa Lakmud bukan sekadar agenda Ceremony organisasi, melainkan wahana penjelmaan kader ideal yang siap menghadapi dinamika zaman.
“Lakmud Jenggala 2026 ini hadir sebagai wadah untuk mencetak kader-kader muda yang tidak hanya berakar kuat pada nilai-nilai Aswaja, tetapi juga memiliki integritas tinggi, pandangan yang visioner, serta kelincahan dalam beradaptasi. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pengkaderan ini dengan sungguh-sungguh demi kemajuan IPNU IPPNU di Kecamatan Jabon,” ujar Rekan M. Imam Sufajar.
Sementara itu, perwakilan PC IPNU IPPNU Sidoarjo, M. Sirojul, menekankan pentingnya peran pelajar NU di era digital dan modernisasi.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut kader IPNU IPPNU untuk memiliki daya saing yang tinggi tanpa melupakan akar tradisi dan nilai-nilai keislaman.
“Kader IPNU IPPNU hari ini harus menjadi pribadi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan zaman, namun tetap memegang teguh integritas serta nilai-nilai Aswaja. Lakmud ini adalah kawah candradimuka untuk membentuk karakter visioner tersebut,” tegas M. Sirojul saat memberikan pengarahan.
Dukungan senada disampaikan oleh Sahabat Dedik Baehaqi selaku Ketua GP Ansor Jabon mewakili MWCNU Jabon.
Ia menyampaikan bahwa keberlanjutan perjuangan NU di masa depan ada di tangan para pelajar yang hari ini berproses di IPNU dan IPPNU.
Rangkaian acara pembukaan Lakmud Jenggala 2026 ditutup dengan doa bersama dan pembukaan secara simbolis. Selama beberapa hari ke depan, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi kepemimpinan, keorganisasian, ke-Aswaja-an, manajemen organisasi, manajemen konflik & problem solving, analisis gender, analisis media serta wawasan kebangsaan guna mencetak kader muda NU yang siap menjawab tantangan masa depan. (surabayakabarmetro.id)



