SURBAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Bayar makanan di kantin, membeli minuman di kafe, sampai belanja kebutuhan sehari-hari kini bisa dilakukan dengan memindai kode QRIS.
Sangat praktis, karena pembeli tidak perlu repot menyiapkan uang tunai. Namun, bagaimana kalau transaksi sudah dilakukan, saldo terpotong, tetapi penjual justru mengatakan pembayaran belum masuk?
Situasi seperti ini bisa membuat pembeli bingung. Apalagi jika sedang berada di tempat ramai atau ada antrean di belakang, keinginan untuk segera menyelesaikan pembayaran terkadang membuat orang memilih memindai kode QR sekali lagi, padahal status transaksi pertama belum jelas.
Sebelum melakukan pembayaran ulang, ada baiknya memeriksa riwayat transaksi di aplikasi yang digunakan, lalu perhatikan terlebih dahuluu apakah statusnya berhasil, gagal, atau masih diproses dan jangan hanya mengandalkan notifikasi yang muncul sesaat setelah pembayaran.
Jika status transaksi belum jelas, pembeli bisa menunjukkan bukti pembayaran kepada penjual untuk memastikan apakah dana sudah diterima.
Langkah ini penting agar tidak terjadi pembayaran ganda, apabila masalah belum terselesaikan simpan bukti transaksi dan hubungi layanan bantuan resmi dari bank atau aplikasi pembayaran yang digunakan.
Bank Indonesia menjelaskan bahwa jika terjadi masalah pada konsumen atau aplikasi penyedia jasa pembayaran QRIS, konsumen dapat menghubungi jasa pembayaran yang digunakan untuk bertransaksi yang artinya langkah awal ketika menghadapi kendala bukan langsung menganggap uangnya hilang, melainkan memastikan status transaksi dan meminta penjelasan melalui saluran resmi.
Lalu, bagaimana jika saldo sudah terpotong, tetapi masalahnya masih tidak selesai?
Bukti transaksi menjadi hal penting dalam proses pengaduan pengguna sebaiknya menyimpan informasi seperti nominal pembayaran, waktu transaksi, nama merchant, dan status transaksi yang muncul di aplikasi. Tangkapan layar juga dapat membantu menjelaskan kronologi ketika menghubungi layanan pelanggan.
Jangan lupa mencatat respons yang diberikan penyedia layanan. Nah, informasi tersebut dapat berguna jika pengguna perlu menindaklanjuti pengaduan lalu hindari pula membagikan PIN, kata sandi, atau kode verifikasi kepada siapa pun yang mengaku sedang membantu menyelesaikan masalah pembayaran.
Informasi mengenai mekanisme pengaduan dapat dilihat melalui situs resmi Bank Indonesia. Pengguna juga perlu menyiapkan bukti transaksi dan kronologi kejadian agar masalah yang dilaporkan bisa dijelaskan dengan lebih lengkap.
Kemudahan pembayaran digital memang membuat transaksi sehari-hari terasa lebih cepat. Namun, pengguna tetap perlu teliti, terutama ketika muncul kendala. Memeriksa status transaksi sebelum membayar ulang, menyimpan bukti pembayaran, dan menggunakan kanal pengaduan resmi merupakan langkah yang bisa membantu menghindari persoalan lebih lanjut.
Kenyamanan pembayaran digital tidak hanya bergantung pada cepatnya transaksi, tetapi juga pada kejelasan ketika masalah terjadi. Jadi, kalau suatu saat saldo terpotong sementara pembayaran belum terkonfirmasi, jangan langsung panik atau terburu-buru membayar lagi. Periksa statusnya terlebih dahulu dan pastikan langkah berikutnya berdasarkan informasi yang jelas. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia




