Berita Hobi IDEAS Jawa Timur Surabaya Utama

Apa Itu Critical Mass? Saat Pesepeda Memenuhi Jalan dan Punya Cerita Sendiri

Apa Itu Critical Mass? Saat Pesepeda Memenuhi Jalan dan Punya Cerita Sendiri (pexels)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Tidak jarang melihat puluhan sampai dengan ratusan pesepeda melintas di jalaan kota, mungkin kita berfikir bahwa itu komunitas pesepeda yang sedang gowes bareng.

Nah, hal tersebut ternyata memiliki istilah yang lebih spesifik, yaitu Critical Mass.

Sebenarnya apasih itu Critical Mass? Critical Mass merupakan kegiatan bersepeda yang biasanya dilakukan secara rutin di jalanan kota, tidak seperti acara bersepeda pada umumnya yang harus mendaftar atau rutenya sudah ditentukan.

Justru Critical Mass ini berjalan tanpa adanya pemimpin resmi, dimana orang-orang hanya perlu datang ke titik pertemuan dan bersepeda bersama.

Critical Mass pertama kali muncul di San Francisco, Amerika Serikat, pada 25 September 1992. Saat itu, puluhan pesepeda berkumpul dan bersepeda bersama melewati kawasan kota, akan tetpi kegiatan tersebut awalnya belum menggunakan nama Critical Mass, melainkan dikenal dengan sebutan “Commute Clot”.

Istilah tersebut terinspirasi dari sebuah film dokumenter tentang budaya bersepeda di China dan mulai dikenal luass.

Setelah kegiatan pertama di San Francisco, jumlah pesertanya terus bertambah. Dalam waktu sekitar satu tahun, kegiatan yang awalnya hanya diikuti puluhan orang sudah berkembang menjadi ratusan pesepeda dan pada Oktober 1993, jumlah peserta bahkan disebut mencapai lebih dari 1.000 orang.

Critical Mass bukan hanya tentang bersepeda bersama, bagi pesertanya kegiatan ini menjadi cara untuk menunjukkan pesepeda ke ruang publik.

Jalan yang sehari-hari dipenuhi kendaraan bermotor untuk sementara dipakai bersama oleh kelompok pesepeda.

Konsep tersebut kemudian menyebar ke berbagai negara. Dari San Francisco, kegiatan serupa muncul di banyak kota dan berkembang menjadi bagian dari budaya bersepeda di sejumlah tempat. Hingga sekarang, Critical Mass masih dikenal sebagai kegiatan bersepeda bersama dimana kehadiran orang-orang yang datang secara sukarela, tanpa struktur organisasi.

Critical Mass memang hanya seperti rombongan pesepeda yang sedang melewati jalan kota. Namun, sejarahnya menunjukkan ada cerita yang lebih panjang di balik itu. Berawal dari puluhan pesepeda di San Francisco pada 1992, sebuah kegiatan sederhana kemudian menyebar ke berbagai kota dan membuat keberadaan pesepeda di jalan semakin terlihat.

Istilah Critical Mass bukan lagi sekadar soal berapa banyak sepeda yang berada di jalan. Ada juga cerita tentang bagaimana sekelompok orang menggunakan jalan kota bersama-sama dan menunjukkan bahwa ruang publik tidak hanya digunakan oleh satu jenis kendaraan. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi