SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Ada orang yang bersedia mengeluarkan uang untuk membeli model diecast, menghabiskan waktu untuk merapikan kumpulannya, atau datang ke acara tertentu hanya agar bisa bertemu dengan penggemar yang lain. Bagi orang-orang tertentu, benda-benda itu mungkin terlihat biasa saja.
Namun bagi mereka yang mengikutinya, sebuah koleksi bisa memiliki cerita yang lebih panjang daripada sekadar benda-benda yang disimpan di rumah. Kemudian, berbagai kegiatan terkait hobi kini semakin mudah ditemukan. Di Surabaya, misalnya, acara Toys & Hobbies Week 2026 berlangsung pada tanggal 18 hingga 27 September di Tunjungan Plaza 1 dan 2.
Acara itu menyediakan berbagai kegiatan yang terkait dengan dunia mainan dan hobi. Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa hobi tidak selalu dilakukan sendirian. Ketika seseorang bertemu orang lain yang suka hal yang sama, hobi bisa tumbuh menjadi sebuah komunitas.
Dari situ, muncul berbagai kegiatan seperti pertemuan, lomba, berbagi informasi, hingga jual beli koleksi. Dunia koleksi itu sendiri cukup luas.
Ada orang yang suka mengumpulkan berbagai barang seperti diecast, kartu permainan, action figure, model kit, dan juga barang-barang lain yang terkait dengan tokoh atau cerita tertentu. Barang yang dikumpulkan tidak selalu harus harganya mahal. Bagi kolektor, nilai sebuah barang bisa berasal dari ketidakterdapatannya, kenangan, atau rasa suka pribadi terhadap karakter dan seri tertentu.
Hal itu juga terlihat dari berbagai kegiatan yang ada di Surabaya. Selain acara Toys & Hobbies Week, Pokémon TCG Academia yang diadakan di Ciputra World Surabaya pada 16 September hingga 4 Oktober 2026 juga menawarkan kegiatan belajar bermain kartu, aktivitas interaktif, serta produk resmi untuk para penggemar dan kolektor.
Acara semacam ini membantu hobi memiliki ruang untuk berkembang. Orang yang dulunya hanya memelihara barang-barang di rumah bisa bertemu dengan orang lain yang punya minat yang sama. Dari pembicaraan tentang koleksi, seringkali tumbuh pertemanan dan komunitas yang terus berlanjut di luar acara.
Media sosial juga memengaruhi cara orang melaksanakan hobi mereka. Koleksi yang dulu hanya bisa dilihat oleh pemiliknya sekarang bisa dibagikan lewat foto atau video. Proses mencari barang, membuka kotak, merawat koleksi, hingga menampilkan hasil karya bisa menjadi konten tersendiri. Bagi sebagian orang, hobi ini bahkan bisa berkembang menjadi kesempatan untuk menghasilkan penghasilan. Barang-barang yang dulunya dibeli hanya untuk hiburan bisa dijual lagi, sementara informasi tentang sebuah produk bisa digunakan untuk membuat konten atau menjalankan bisnis kecil. Namun, hal itu tergantung pada jenis hobi dan cara masing-masing orang melakukannya.
Di sisi lain, semakin seseorang menjalani hobi dengan serius, maka semakin banyak waktu dan biaya yang mungkin diperlukan. Ada kebutuhan untuk menyimpan dan merawat koleksi, mengikuti kegiatan komunitas, atau mencari barang tertentu yang sulit ditemukan. Oleh karena itu, mengikuti hobi tetap perlu dipertimbangkan agar kesenangan tersebut tidak jadi beban.
Yang menarik, dunia hobi justru menghubungkan orang-orang dari berbagai usia. Koleksi mainan tidak selalu identik dengan anak-anak. Gelaran Crazy Toys Warehouse Sale yang sebelumnya diadakan di Surabaya, misalnya, menawarkan berbagai barang mainan klasik yang menarik minat para kolektor serta orang-orang yang ingin mengingat kembali masa kecil melalui mainan tersebut. Acara tersebut juga melibatkan komunitas hobi.
Akhirnya, hobi itu bisa punya makna yang berbeda untuk setiap orang. Bagi seseorang, mengumpulkan mainan mungkin hanyalah cara untuk menghabiskan waktu luang. Bagi orang lain, hobi ini bisa jadi cara untuk bertemu teman, membuat komunitas, membuat karya, atau bahkan menciptakan peluang bisnis.
Jadi, ketika melihat seseorang yang sangat serius mengurus hobi-nya, mungkin tidak benar jika langsung mengira dia hanya sedang membuang waktu. Mungkin di balik benda-benda yang dikumpulkan dan kegiatan yang dilakukan, terdapat komunitas, kreativitas, serta cerita yang membuat hobi ini tetap terus dilakukan. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia



