Action Berita Creative FANTASY Utama

Resident Evil Kembali, Ketika Horor Survival Dibawa ke Generasi Baru

Resident Evil Kembali, Ketika Horor Survival Dibawa ke Generasi Baru

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA– Zombie, kota yang kacau, makhluk bermutasi, dan satu orang biasa yang berusaha bertahan hidup.

Formula tersebut mungkin terdengar familiar bagi penggemar horor. Namun, Resident Evil kembali mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda. Setelah beberapa kali hadir dalam berbagai versi film, waralaba yang diadaptasi dari gim Capcom ini kembali ke layar lebar melalui film terbaru garapan sutradara Zach Cregger.

Film Resident Evil (2026) memperkenalkan Bryan, seorang kurir medis yang diperankan Austin Abrams. Ia bukan seorang pahlawan super atau prajurit yang sudah terbiasa menghadapi monster. Bryan hanya menjalankan pekerjaannya mengantarkan paket medis ke sebuah rumah sakit di Raccoon City.

Namun, sebuah kejadian di perjalanan membuatnya terseret ke dalam wabah biologis dan situasi yang memaksanya berjuang untuk bertahan hidup.

Pendekatan ini menjadi salah satu hal menarik dari film terbaru tersebut. Alih-alih kembali menggunakan karakter ikonik seperti Alice dari seri film sebelumnya, film ini memilih tokoh baru yang lebih dekat dengan sosok manusia biasa. Bryan tidak memasuki Raccoon City sebagai seseorang yang sudah siap menghadapi teror. Ia justru menjadi orang biasa yang tiba-tiba berada di tengah situasi luar biasa.

Pilihan tersebut membuat pengalaman bertahan hidup terasa lebih personal. Penonton tidak hanya melihat seorang karakter melawan ancaman, tetapi juga mengikuti bagaimana seseorang yang tidak memiliki persiapan harus mencari cara untuk keluar dari situasi yang semakin buruk.

Film ini juga membawa kembali Raccoon City sebagai ruang penting dalam cerita. Kota tersebut telah menjadi bagian yang sangat lekat dengan dunia Resident Evil, terutama karena berkaitan dengan wabah biologis dan eksperimen yang menjadi fondasi cerita waralaba tersebut. Namun, film terbaru ini tidak sekadar mengulang cerita lama. Cregger dan penulis Shay Hatten mengembangkan kisah baru dengan tetap mengambil inspirasi dari dunia gimnya.

Menariknya, pendekatan Cregger juga membawa unsur humor ke dalam horor. Cregger sebelumnya dikenal melalui film Barbarian dan Weapons, dua film yang menunjukkan ketertarikannya pada horor dengan pendekatan yang tidak selalu konvensional. Dalam Resident Evil, ketegangan dipadukan dengan humor gelap sehingga suasananya tidak terus-menerus berada pada satu nada.

Di sisi lain, film ini tetap mempertahankan elemen survival horror yang menjadi identitas Resident Evil. Ancaman tidak hanya datang dari zombie, tetapi juga dari makhluk yang mengalami mutasi akibat kebocoran di laboratorium eksperimen. Film ini berdurasi sekitar 94 menit dan di Indonesia diklasifikasikan untuk penonton usia 17 tahun ke atas karena mengandung kekerasan.

Kehadiran film terbaru ini juga menunjukkan bagaimana sebuah waralaba lama terus mencari cara untuk berkomunikasi dengan generasi penonton yang baru. Resident Evil pertama kali dikenal luas melalui gim, kemudian berkembang menjadi film, serial, dan berbagai bentuk adaptasi lainnya. Setiap generasi akhirnya memiliki versi Resident Evil yang berbeda.

Mungkin itulah alasan mengapa cerita tentang wabah dan manusia yang berusaha bertahan hidup masih terus menarik. Ketakutan terhadap sesuatu yang tidak dapat dikendalikan adalah pengalaman yang cukup universal. Kota yang tiba-tiba berubah menjadi tempat berbahaya, orang biasa yang harus mengambil keputusan sulit, serta perjuangan untuk menemukan jalan keluar merupakan gagasan yang dapat dipahami bahkan oleh penonton yang tidak mengenal gimnya. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Alya Sabila

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi