Berita Food Kesehatan

Kopi untuk Bertahan, Begadang untuk Mengejar, Rutinitas yang Dianggap Normal oleh Anak Muda, Ternyata Ada Dampak Buruknya

Kopi untuk Bertahan, Begadang untuk Mengejar, Rutinitas yang Dianggap Normal oleh Anak Muda, Ternyata Ada Dampak Buruknya (unsplash)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – “Satu tugas lagi. Setelah ini tidur.”

Kalimat sederhana yang sering terdengar menjelang tengah malam. Namun, satu tugas berubah menjadi dua, dua menjadi tiga, dan tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul dua pagi.

Mata mulai berat, tubuh lelah, tetapi pekerjaan belum selesai. Esok harinya, secangkir kopi kembali menjadi penyelamat agar aktivitas tetap berjalan seperti biasa.

Bagi banyak anak muda, siklus seperti ini mungkin sudah terasa normal.

Tidur larut karena tugas, bangun pagi untuk kuliah, kemudian kembali menjalani aktivitas dengan bantuan kopi.

Ketika tubuh mulai terasa lelah, solusinya bukan beristirahat, melainkan mencari cara agar tetap bisa bertahan.

Seolah-olah tidur cukup adalah kemewahan yang hanya bisa dinikmati ketika semua pekerjaan sudah selesai.

Padahal, pekerjaan dan tuntutan hidup hampir tidak pernah benar-benar selesai.

Kopi dan begadang memang telah menjadi bagian dari keseharian banyak mahasiswa dan pekerja muda.

Ada yang meminumnya untuk menjaga konsentrasi, ada pula yang sengaja tidur larut karena merasa malam adalah satu-satunya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan atau menikmati waktu pribadi.

Lama-kelamaan, kebiasaan tersebut dapat dianggap sebagai bagian dari gaya hidup.
M
asalahnya muncul ketika tubuh mulai terbiasa dengan pola tersebut.

Tidur bukan sekadar waktu ketika tubuh berhenti beraktivitas.

Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses penting untuk memulihkan energi, sementara otak memproses informasi dan pengalaman yang diperoleh sepanjang hari.

Kurang tidur secara terus-menerus dapat membuat seseorang lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami perubahan suasana hati.

Ironisnya, rasa lelah tersebut sering kali kembali diatasi dengan kopi.

Kafein dapat membantu seseorang merasa lebih waspada untuk sementara waktu.

Namun, kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan tubuh akan tidur.

Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein juga dapat membuat seseorang semakin sulit terlelap. Akhirnya terbentuk sebuah lingkaran: tidur larut membuat tubuh lelah, rasa lelah mendorong konsumsi kafein, sementara kafein berpotensi membuat waktu tidur kembali tertunda.

Bagi anak muda dengan berbagai tuntutan, lingkaran seperti ini mudah terbentuk.

Deadline tugas, kegiatan organisasi, pekerjaan, hingga aktivitas sosial membuat waktu terasa semakin sempit. Malam kemudian menjadi “waktu tambahan” untuk menyelesaikan hal-hal yang belum sempat dilakukan pada siang hari.
Namun, produktif tidak selalu berarti terus bekerja.

Ada saatnya tubuh membutuhkan jeda, bukan tambahan satu cangkir kopi.

Memaksakan diri untuk terus beraktivitas ketika tubuh sudah lelah juga belum tentu membuat pekerjaan menjadi lebih baik.

Konsentrasi dapat menurun dan pekerjaan yang seharusnya selesai dengan cepat justru membutuhkan waktu lebih lama.

Bukan berarti minum kopi atau begadang sesekali adalah sesuatu yang harus dihindari sepenuhnya.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika kurang tidur dan konsumsi kafein berubah dari pilihan sesekali menjadi rutinitas yang dianggap wajar.

Menjaga kesehatan juga tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Mengatur waktu tidur, memberi tubuh kesempatan untuk beristirahat, dan memperhatikan konsumsi kafein merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Alya Sabila

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi
Berita Utama

Ugal-ugalan di Jalan dan Lawan Arus, Bus di Gresik Dipaksa Mundur Polisi

SURABAYAKABARMETRO, GRESIK – Sebuah video viral di akun Instagram @surabayakabarmetro yang memperlihatkan sebuah bus, Senin (17/10/2022). Dalam video tersebut, tampak