Berita Internasional Opini Utama

Beberapa Pelajaran dari Kegagalan Negosiasi Iran-Amerika

rihandono Wibowo, Dosen UPN Veteran Jawa Timur (istimewa/ surabayakabarmetro.id)

Oleh: Prihandono Wibowo, Dosen UPN Veteran Jawa Timur

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Dalam konferensi pers pada 12 April 2026, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vence, mengumumkan bahwa proses negosiasi dengan Iran mengalami kebuntuan.

Vence mengatakan bahwa AS telah melakukan diskusi substantif dengan delegasi Iran selama 21 jam, namun berakhir dengan ketidaksepakatan. Terdapat beberapa hal menarik dalam kasus ini.

Pertama, negosiasi ini membuktikan bahwa AS memang tidak berniat benar-benar mencari perdamaian dengan Iran. Pasalnya, AS bersikeras menuntut Iran dengan tuntutan maksimalis yang jelas-jelas mustahil dituruti Iran.

Tuntutan irasional tersebut diantaranya melucuti program nuklir Iran, mengambil stok uranium yang telah diperkaya, menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok perlawanan, membuka Selat Hormuz tanpa syarat, serta membatasi kemampuan rudal balistik Iran. Tuntutan tersebut jelas membuktikan arogansi adidaya AS yang melanggar kedaulatan negara lain.

Kedua, keberanian Iran menolak tuntutan AS, sekali lagi, membuktikan heroisme perlawanan Iran melawan tirani adidaya. Hingga saat ini, Iran ”melayani” setiap skenario yang dimainkan AS. Ketika AS mengajak Iran untuk berperang, Iran merespons dengan perang.

Ketika AS memohon negosiasi, Iran merespons dengan negosiasi. Ketika AS menuntut maksimal, Iran juga mengajukan tuntutan yang maksimal. Hal ini menarik karena secara perimbangan power kedua negara jelas jauh berbeda, dimana AS dikenal sebagai negara adidaya dengan kapabilitas militer dan ekonominya. Sedangkan Iran sempat diragukan powernya karena telah mengalami beragam sanksi dan tekanan multidimensi selama empat dekade.

Ketiga, negosiasi ini berpotensi hanya menjadi jeda sementara bagi AS dan Israel, sebelum melancarkan serangan baru terhadap Iran. Hanya sesaat setelah kegagalan proses negosiasi tersebut, Presiden Trump mengumumkan proses blokade Selat Hormuz. Beberapa kabar juga mengatakan Trump sedang menyiapkan aksi militer terbatas terhadap Iran pascakegagalan negosiasi tersebut.

Tangkapan monitor lalu lintas udara di website juga memperkuat indikasi gelombang serangan baru. Pasalnya, terdapat gelombang pergerakan pesawat kargo militer AS secara masif ke kawasan Timur Tengah. Selain itu, sepuluh pesawat tanker AS juga termonitor disiagakan di Israel.

Melengkapi hal tersebut, Israel juga dikabarkan bersiap-siap untuk terlibat dalam skenario perang terbaru dengan Iran. Sebelumnya, Israel aktif mengganggu proses negosiasi dan gencatan senjata antara AS dan Iran. Israel diantaranya melakukan pengeboman ratusan target di Lebanon, padahal salah satu yang dituntut Iran dalam gencatan senjata adalah menghentikan serangan terhadap Lebanon.

Keempat, jika memang benar terjadi gelombang serangan baru terhadap Iran, maka akan ada konsekuensi geopolitik dan geokonomi lanjutan. Sebagian analis mengkhawatirkan terbukanya pintu perang Dunia III. Mungkin kekhawatiran tersebut masih jauh. Namun yang jelas jika memang terjadi perang lanjutan koalisi AS-Israel melawan Iran, maka berkonsekuensi pada lonjakan energi dan harga komoditas lainnya. Indonesia patut mewaspadai implikasi kegagalan negosiasi AS-Iran ini.

Memang benar Indonesia sudah melakukan diversifikasi sumber pembelian minyak. Belakangan, Presiden Prabowo juga kerap ke luar negeri dan mengklaim langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan pasokan minyak. Namun, gangguan di Selat Hormuz secara mutlak berdampak pada kenaikan harga minyak dunia. Hal ini pada gilirannya dapat memperberat keuangan negara yang sebelumnya telah terbebani proyek-proyek ”mercusuar” pemerintah. Karena itu, patut dicermati bagaimana perkembangan geopolitik pasca kegagalan negosiasi AS dan Iran di Islamabad. (surabayakabarmetro.id)

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi