SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA- Persaingan pasar rokok dunia akan dimeriahkan oleh rokok lokal karya anak bangsa.
Satu di antaranya adalah rokok dari Baron Grup.
Bandar Rokok Nusantara Grup (Baron Grup) menyiapkan langkah ekspansi pasar rokok ke dua benua, Asia dan Australia. Setelah itu, perusahaan juga membidik perluasan pasar ke kawasan Eropa.
Owner Baron Grup, Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, menyebut rencana ekspansi tersebut sebagai E-PARSIA. Program itu diarahkan untuk membuka pasar rokok di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Filipina, Hong Kong, China, Thailand, Vietnam, Kamboja, hingga Australia.
Pria yang akrab disapa Gus Lilur tersebut mengatakan Indonesia memiliki jutaan petani tembakau dengan produksi yang melimpah.
Kondisi tersebut, menurut dia, harus diikuti dengan terbukanya pasar yang luas agar hasil panen terserap dengan harga layak.
“Petani tembakau di Indonesia jumlahnya jutaan. Produksinya melimpah. Sudah waktunya kita menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Gus Lilur, Rabu (11/3/2026).
Ia menilai hasil tembakau yang ditanam para petani membutuhkan pasar yang mampu menyerap dengan harga pantas. Dengan harga yang lebih baik, kesejahteraan petani diharapkan ikut meningkat.
Selama puluhan tahun, kata dia, banyak petani tembakau hanya mampu bertahan dengan penghasilan yang terbatas. Kondisi tersebut menjadi alasan Baron Grup mendorong pembukaan pasar rokok di luar negeri.
“Pasar Asia, Eropa, bahkan Amerika menjadi kunci agar tembakau petani Indonesia bisa dihargai lebih baik. Karena itu Baron Grup mulai masuk ke pasar internasional,” kata pengusaha asal Situbondo tersebut. (surabayakabarmetro.id)




