Berita Jawa Timur Nasional Surabaya Utama

Bakal Ada Kulminasi, Bayangan Kita Bakal Hilang Pada Tanggal 12 Oktober 2026, Kok Bisa?

Bakal Ada Kulminasi, Bayangan Kita Bakal Hilang Pada Tanggal 12 Oktober 2026, Kok Bisa? (pexels)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Coba berdiri di bawah matahari pada waktu tertentu, lalu perhatikan bayangan di kaki.

Biasanya, bayangan akan memanjang ke salah satu arah, tetapi ada momen ketika bayangan benda tegak justru terlihat sangat pendek bahkan seperti hilang.

Ini bukan sulap, bukan juga karena mata kita sedang salah lihat akan tetapi fenomena ini memang benar-benar bisa terjadi dan dikenal sebagai hari tanpa bayangan.

Fenomena tersebut terjadi saat Matahari berada tepat di atas kepala atau berada di titik zenit, dalam kondisi ini cahaya Matahari jatuh hampir tegak lurus ke permukaan Bumi sehingga bayangan benda yang berdiri tegak akan bertumpuk sendiri.

Akibatnya, dari posisi tertentu bayangan terlihat seperti menghilang, BMKG menyebut peristiwa ini sebagai kulminasi utama.

Menariknya, hari tanpa bayangan tidak terjadi pada tanggal yang sama di seluruh Indonesia dimana waktunya berbeda-beda tergantung lokasi.

Hal ini berkaitan dengan posisi Matahari yang tampak terus berubah sepanjang tahun akibat pergerakan Bumi mengelilingi Matahari dan kemiringan sumbu Bumi.

Indonesia termasuk wilayah yang bisa mengalami fenomena ini karena letaknya berada di sekitar khatulistiwa.

Karena itu, beberapa daerah bisa mengalami hari tanpa bayangan lebih dari sekali dalam setahun, untuk Surabaya sendiri, fenomena ini dijadwalkan terjadi pada 12 Oktober 2026 sekitar pukul 11.15 WIB.

Waktu tersebut merupakan waktu kulminasi utama yang dicatat BMKG untuk Kota Surabaya.

Tapi jangan membayangkan bayangannya benar-benar hilang begitu saja selama berjam-jam.

Momen tersebut berlangsung di sekitar waktu kulminasi dan perubahan posisi Matahari membuat panjang bayangan terus berubah dan beberapa saat sebelum atau sesudahnya, bayangan masih bisa terlihat, hanya saja sangat pendek.

Hal sederhana seperti tiang, botol, atau benda tegak lainnya sebenarnya bisa memperlihatkan fenomena ini dimana ketika Matahari berada hampir tepat di atas benda, bayangannya akan jatuh sangat dekat dengan bagian bawah benda.

Jadi, kalau suatu hari melihat tiang atau benda lain seperti kehilangan bayangannya saat siang, sebenarnya ada penjelasan yang cukup sederhana di baliknya yaitu matahari sedang berada di posisi yang sangat tinggi sehingga bayangan benda tegak jatuh hampir tepat di bawahnya.

Di tengah aktivitas sehari-hari yang sering membuat kita sibuk dengan layar dan urusan masing-masing, fenomena seperti ini sebenarnya menarik untuk diperhatikan.

Kita hanya perlu melihat ke sekitar sebentar untuk menemukan bahwa perubahan kecil pada posisi Matahari ternyata bisa menghasilkan pemandangan yang cukup unik.

Dan kalau ingin mencoba mengamatinya, Surabaya punya momennya sendiri pada 12 Oktober 2026. Jadi, jangan kaget kalau sekitar tengah hari nanti ada benda yang tiba-tiba terlihat seperti kehilangan bayangan namun sebenarnya bayangannya hanya sedang “sembunyi” tepat di bawah benda tersebut. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi