SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Selain Tri Rismaharini dan Eri Cahyadi, Surabaya juga pernah memiliki sosok wali kota yang tidak boleh dilupakan
Sosok itu adalah Whisnu Sakti Buana.
Ia cukup lama berada di lingkungan Pemerintahan kota Surabaya, dari DPRD, wakil wali kota hingga menjadi wali kota.
Whisnu Sakti Buana merupakan warga kelahiran Surabaya, ia sebelumnya menjadi wakil ketua DPRD kota Surabaya.
Pada tahun 2013 menjadi Wakil Wali Kota Surabya menggantikan Bambang Dwi Hartono untuk mrlanjutkan sisa masa jabatan 2010-2015 dan mendampingi Tri Rismaharini pada posisi tersebut.
Perjalanan Whisnu Sakti sebagai wali kota berlanjut pada periode berikutnya. Pada awal 2021, Whisnu mendapat tugas sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota Surabaya.
Saat itu, salah satu persoalan yang sedang dihadapi Surabaya adalah pandemi COVID-19, salah satu kegiatan yang dilakukan pada masa tersebut adalah dimulainya vaksinasi COVID-19 di Surabaya.
Dalam masa tugasnya, penanganan pandemi menjadi salah satu perhatian pemerintah kota.
Setelah dilantik sebagai wali kota definitif pada 11 Februari 2021, Whisnu menyampaikan rencana untuk melanjutkan penanganan pandemi, termasuk dari sisi kesehatan, ekonomi, dan sosial.
Ia juga menyebut pemberdayaan UMKM sebagai salah satu hal yang ingin didorong saat kondisi ekonomi sedang terdampak pandemi.
Selain itu Whisnu Sakti juga menyoroti tentang pendidikan, situasi pembelajaran yang masih dilakukan secara daring, ia menyampaikan pentingnya menjaga kualitas proses belajar dan memperhatikan generasi muda Surabaya.
Whisnu Sakti kemudian menjalankan tugas sebagai Wali Kota Surabaya untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2016–2021.
Masa jabatan Whisnu sebagai wali kota definitif berlangsung hingga 17 Februari 2021.
Artinya, ia hanya sekitar satu minggu menjalankan posisi tersebut sebagai wali kota definitif. Sebelumnya, ia sudah menjalankan tugas sebagai Plt sejak Desember 2020.
Setelah tidak menjabat sebagai wali kota, Whisnu Sakti tetap dikenal sebagai salah satu tokoh yang pernah terlibat dalam pemerintahan Kota Surabaya. Perjalanan kariernya mencakup beberapa posisi, mulai dari DPRD, wakil wali kota, hingga wali kota.
Whisnu Sakti Buana meninggal dunia pada 27 Mei 2023. Ia kemudian dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya. Sejumlah pejabat dan tokoh Surabaya hadir dalam prosesi pemakamannya, termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Bagi Surabaya, nama Whisnu Sakti Buana menjadi bagian dari perjalanan pemerintahan kota.
Ia pernah berada di DPRD, mendampingi wali kota sebagai wakil, hingga akhirnya memimpin Surabaya pada awal 2021.
Perjalanan tersebut membuatnya menjadi salah satu nama yang pernah mengisi posisi penting dalam pemerintahan Kota Surabaya. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia




