SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Di tengah kawasan Surabaya Barat yang terus berkembang, ternyata masih ada sebuah tempat yang menyimpan cerita lama.
Satu di antaranya di antaranya adalah Punden Pesapen yang terletak di Kelurahan Sumur Welut, Kecamatan Lakarsantri.
Di tempat ini ada Sumur Panguripan, yaitu sebuah sumur lama yang menurut pemandu sudah berdiri sejak sekitar 200 tahun yang lalu.
Dulunya, sumur itu menjadi salah satu sumber air yang digunakan oleh warga sekitar.
Air tersebut masih digunakan hingga saat ini, terutama ketika masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air.
Nama Pesapen sendiri dipercaya berasal dari kata pesepen yang berarti tempat untuk menyepi, atau menepi dari hingar binger duniawi.
Dahulu, daerah tersebut dimanfaatkan warga untuk merenung dan melaksanakan berbagai kegiatan adat.
Punden Pesapen masih terkait dengan tradisi sedekah bumi yang dilakukan oleh warga setempat. Sumur Panguripan memiliki ukuran yang cukup besar, dengan diameter sekitar empat meter dan kedalaman sekitar tiga meter.
Sumur tua ini masih digunakan hingga saat ini, sehingga menjadi bagian yang menarik dari Punden Pesapen.
Punden Pesapen kemudian dianggap sebagai warisan budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya pada tahun 2022. Meski Surabaya Barat terus berkembang dan semakin ramai, tempat tersebut tetap ada dan dirawat oleh warga sekitar.
Untuk warga Surabaya yang sebelumnya hanya mengenal Sumur Welut sebagai nama daerah, Punden Pesapen bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk diketahui.
Di balik area yang sekarang sudah banyak berubah, ternyata masih ada cerita tua yang tetap ada. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia W



