Berita Humaniora IDEAS Surabaya Utama

Jalani Hidup Jadi Mahasiswa yang Kuliah di Surabaya Itu Kayak Roller Coaster

Jalani Hidup Jadi Mahasiswa yang Kuliah di Surabaya Itu Kayak Roller Coaster (unsplash)

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Menjadi mahasiswa di Surabaya ternyata tidak hanya soal datang ke kampus, mengikuti kelas, dan mengerjakan tugas.

Selama menjalani perkuliahan di Surabaya, ada banyak hal lain yang ikut menjadi bagian dari keseharian, seperti mengatur waktu, mengelola uang saku, mencari tempat untuk mengerjakan tugas, dan banyak lainnya.

Hal-hal sederhana seperti itu justru menjadi pengalaman yang cukup berkesan.

Gampangnya, hidup berasa naik roller coaster.

Ada hari yang terasa menyenangkan, tetapi ada juga hari di mana Ketika kuliah terasa melelahkan.

Mengatur waktu dan mengejar jadwal kuliah

Satu di antara tantangan yang cukup terasa adalah membagi waktu.

Jadwal kuliah, tugas kelompok, organisasi, kepanitiaan, dan waktu istirahat harus diatur agar tidak saling bertabrakan.

Apalagi ketika ada beberapa tugas yang tenggat pengumpulannya bersamaan.

Terkadang, setelah pulang kuliah rasanya ingin langsung pulang ke kos atau rumah dan beristirahat. Namun, tugas yang belum selesai membuat waktu tersebut harus kembali digunakan untuk membuka laptop dan mulai mengerjakan kembali.

Surabaya panas, satu orang satu matahari

Hal lain yang tidak bisa dilepaskan dari pengalaman kuliah di Surabaya adalah cuacanya.

Panas Surabaya cukup terasa terutama ketika mengharuskan beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Baru berjalan sebentar saja rasanya sudah terasa gerah. Hingga muncul candaan bahwa di Surabaya rasanya satu orang dapat satu matahari.

Meski terdengar berlebihan, panasnya memang sering membuat mahasiswa lebih memiih untuk mencari tempat yang teduh dan ruangan ber-AC setelah berkegiatan di luar.

Karena itu payung, kipas, dan air minum adalah barang bawaan wajib mahasiswa di Surabaya.

Memilih waktu yang tepat untuk berpergian juga menjadi hal sederhana yang cukup membantu.

Uang bulanan harus bertahan

Mengatur uang saku juga menjadi tantangan tersendiri.

Pengeluaran untuk makan, transport, kebutuhan kuliah, hingga nongkrong Bersama teman harus diperhitungkan agar tidak habis sebelum akhir bulan.

Keinginan untuk jajan atau mencoba tempat makan baru tentu ada. Namun, mahasiswa juga perlu belajar membedakan kebutuhan dan keinginan.

Kalau tidak berhati-hati dan tergoda oleh ajakan teman, bisa-bisa uang yang awalnya terasa masih banyak tiba-tiba menipis sebelum akhir bulan.

Dari sini terlihat bahwa belajar untuk membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi bagian pengalaman berkuliah. Ada kalanya tetap melihat kondisi keuangan.

Nugas dan nongkrong jadi bagian dari rutinitas

Selain kampus, rumah, dan kos, mencari tempat yang nyaman untuk mengerjakan tugas juga menjadi pengalaman tersendiri. Suasana tempat sangat berpengaruh terhadap fokus ketika menyelesaikan tugas.

Ada saat ketika tugas lebih mudah jika dikerjakan di rumah atau kos karena suasananya tenang. Namun, ada juga kondisi ketika justru merasa lebih produktif dan semangat ketika mengerjakan tugas di luar seperti cafe, perpustakaan, atau sudut kampus.

Menariknya, mencari tempat nugas terkadanng juga menjadi bagian dari kegiatan berkuliah.

Ada yang lebih suka untuk mengerjakan tugas sendirian, ada pula yang lebih cocok mengerjakan tugas kelompok.

Ketika sudah menemukan tempat yang dirasa cocok, tempat tersebut akan menjadi langganan sampai lulus wisuda nanti.

Di balik suka dukanya, ada banyak hal yang dipelajari

Menjalani kuliah di Surabaya memberikan pengalaman yang lebih luas.

Ada banyak hal yang secara tidak langsung mengajarkan kemandirian, mulai dari mengatur waktu dan uang, menjaga pertemanan, hingga belajar bertanggung jawab terhadap diri sendiri.

Tidak semua pengalaman terasa menyenangkan, ada hari ketika kuliah terasa melelahkan, uang harus dihemat sampai akhir bulan, tugas menumpuk, dan panasnya Surabaya membuat ingin cepat-cepat sampai ke tujuan.

Pengalaman tersebut yang membuat kehidupan sebagai mahasiswa menjadi cerita tersendiri.

Mungkin suatu saat nanti yang paling diingat masa kuliah bukan hanya nilai atau tugas yang pernah dikerjakan, justru hal-hal sederhana seperti terburu-buru masuk kelas karena dosen sudah datang duluan, kepanasan di tengah jalan, mencari tempat untuk nugas, atau bahkan momen ketika bersama teman setelah seharian di kelas.

Surabaya pada akhirnya bukan hanya menjadi tempat untuk menempuh Pendidikan.

Bagi mahasiswa, kota ini juga menjadi tempat untuk belajar banyak hal tentang kehidupan.

Bagaimana dengan kamu yang juga sedang menjalani masa kuliah di Surabaya? Apakah pengalaman mengatur waktu, bertahan sampai akhir bulan, atau mencari tempat nyaman untuk mengerjakan tugas juga menjadi bagian dari kesehariamu? (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Anisah RA

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi