SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Pernahkah kamu buka media sosial, lalu lihat orang-orang ikut tren terbaru, tapi kamu malah merasa lelah dan memilih tidak ikut?
Kalau ya, mungkin kamu sedang mempelajari istilah JOMO atau Joy of Missing Out.
JOMO adalah kebalikan dari FOMO, yang berarti takut ketinggalan.
Jika FOMO membuat seseorang merasa takut ketinggalan tren, maka JOMO justru membuat seseorang merasa tenang dan nyaman ketika memilih untuk tidak ikut-ikutan.
Misalnya, ketika teman-teman banyak yang mencoba tempat makan yang sedang populer, kamu malah memilih melakukan sesuatu yang memang kamu sukai.
Tidak merasa ketinggalan, tidak perlu ikut hanya karena sedang banyak orang.
Bagi warga Surabaya yang setiap hari bergelut dengan kemacetan, deadline pekerjaan, dan riuhnya kota, JOMO bisa menjadi pengingat sederhana bahwa tidak semua hal perlu dikejar.
Kadang, ketenangan justru datang dari keberanian untuk berkata,
“Aku memilih untuk tidak ikut kali ini.” Di tengah media sosial yang terus membawa tren baru setiap hari, JOMO bisa jadi cara untuk lebih memilih apa yang ingin diikuti. Karena mengikuti semua tren pasti membutuhkan waktu, usaha, dan kadang juga biaya.
JOMO bukan berarti harus menjauh dari media sosial atau menjadi orang yang tidak suka bersosialisasi.
Orang masih bisa berinteraksi dengan orang lain dan mengikuti trend, tapi semuanya tergantung pada keinginan pribadi, bukan karena takut ketinggalan.
Akhirnya, JOMO mengingatkan bahwa tidak semua hal harus dilakukan.
Kalau memang tidak tertarik, ya tidak apa-apa untuk melewatinya.
Terkadang, memutuskan tidak ikut justru membuat kita bisa lebih menikmati waktu untuk diri sendiri. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia W




