SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Peringatan Maulid Nabi di Surabaya ternyata nggak melulu soal pengajian atau bersholawat. Ada juga tradisi Brayakan yang cukup menarik perhatian.
Dalam kegiatan ini, berbagai barang digantung dan peserta kemudian mengambilnya untuk dibawa pulang.
Brayakan kembali digelar saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Convention Hall Surabaya, 2 September 2026 lalu.
Sekitar 1.400 anggota dan keluarga besar TP PKK Kota Surabaya ikut dalam acara tersebut.
Yang dibagikan juga cukup beragam. Ada perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, sampai sabun. Tahun ini, jumlahnya mencapai 2.233 barang.
Sebenarnya Brayakan itu seperti apa?
Brayakan merupakan satu di antara kegiatan yang dilakukan dalam peringatan Maulid Nabi dengan cara berbagi makanan maupun kebutuhan rumah tangga.
Di Surabaya, barang-barang yang akan dibagikan digantung terlebih dahulu, kemudian diambil oleh peserta saat acara berlangsung, barangnya pun bukan barang yang aneh-aneh. Pada Brayakan tahun 2025, misalnya, ada gelas plastik, sutil, rantang, dan keranjang. Sementara pada 2026, barang yang disiapkan antara lain perlengkapan rumah tangga, makanan ringan, dan sabun.
Karena barang-barangnya digantung dan diambil bersama-sama, suasana acara jadi cukup ramai. Peserta bisa langsung mengambil barang yang tersedia dan membawanya pulang.
Bentuk pembagian seperti ini yang membuat Brayakan terlihat berbeda dari pembagian bingkisan pada umumnya.
Tradisi tersebut juga bukan baru pertama kali dilakukan di Surabaya. Pada September 2025, kegiatan Brayakan kembali digelar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bersama TP PKK Kota Surabaya dengan jumlah pesertanya saat itu juga sekitar 1.400 orang.
Tahun ini, jumlah barang yang dibagikan bahkan lebih dari jumlah peserta. Ada 2.233 barang yang disiapkan untuk acara tersebut.
Pemerintah Kota Surabaya menyebut kegiatan Brayakan ini sebagai salah satu bentuk berbagi dan gotong royong dalam peringatan Maulid Nabi.
Kegiatannya memang sederhana seperti barang disiapkan, digantung, lalu diambil peserta. Tapi justru cara inilah yang membuat Brayakan punya suasana tersendiri. Orang-orang datang dan berkumpul, kemudian pulang membawa barang yang mereka dapatkan.
Nama Brayakan mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, terutama yang belum pernah melihat langsung kegiatannya. Padahal, di Surabaya tradisi ini sudah kembali digelar dalam peringatan Maulid Nabi selama beberapa tahun terakhir.
Jadi, kalau suatu hari melihat ada perlengkapan rumah tangga bergelantungan dalam sebuah acara Maulid di Surabaya, jangan heran kalau tiba-tiba orang-orang ramai mengambilnya. Bisa jadi, acara tersebut sedang menjalankan Brayakan.
Sederhana, tapi unik dan bbukan cuma soal barang yang didapat, Brayakan juga jadi salah satu cara berbagi dalam suasana perayaan Maulid Nabi. (surabayakabarmetro.id)
Penulis: Nova Yulia



