Berita Nasional News Utama

Asap Karhutla Belum Usai, Masyarakat Butuh Pejabat yang Tak Sembarangan Ngomong

Asap Karhutla Belum Usai, Masyarakat Butuh Pejabat yang Tak Sembarangan Ngomong (istimewa/ pexels)

SURABAYAKABARMETRO.ID, KALIMANTAN – Saat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan belum mereda dan kabut asap masih dirasakan hingga menggangu kesehatan, membatasi aktivitas sehari-hari warga sejumlah daerah.

Di tengah kondisi ini yang dibutuhkan warga tentunya adalah penanganan yang tepat dengan komunikasi pemerintah yang jelas dan menenangkan.

Memasuki pertengahan Oktober 2026, dampak asap masih terlihat hingga langit tampak kekuningan.

Tentunya bagi warga ini bukan hanya sebuah sekedar berita akan tetapi bagaimana warga dapat menjalankan aktivitas sehari harinya yang ahrus dijalani, dari berangkat kerja hingga bersekolah.

Dalam beberapa waktu terakhir ini, pernyataan sejumlah Gubernur di Kalimantan mengenai karhutla ramai dibicarakan di media sosial, dan kritik terhadapnya terus meluas.

Satu di antaranya video yang beredar pada awal Oktober 2026, ketika Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyampaikan bahwa sebagian besar kebakaran disebabkan ulah manusia, lalu menutupnya dengan plesetan pepatah, “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi”.

Sebagian warganet menanggapinya sebagai candaan, sementara yang lain mempertanyakan kepantasannya di tengah situasi asap.

Sorotan ini menunjukkan bahwa dalam situasi darurat, pernyataan pejabat tidak hanya dinilai dari isinya, tetapi juga dari waktu dan cara penyampaiannya.

Pesan yang bermaksud mengajak bersatu bisa ditangkap berbeda oleh warga yang sedang kesulitan bernapas atau terganggu aktivitasnya.

Karena itu, kehati-hatian dalam memilih kata menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik.

Bagi warga di wilayah yang terdampak tentunya yang paling dibutuhkan ialah informasinya yang jelas.

Mereka juga harus tahu bagaimana kualitas udara di daerah mereka, mana saja area yang sebaiknya dihindari, dan apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi terpapar asap.

Informasi seperti ini penting agar masyarakat dapat menyesuaikan kegiatan sehari-hari dengan kondisi sebenarnya, bukan hanya mengandalkan berita yang beredar di media sosial.

Perlu juga diperhatikan kelompok yang lebih rentan terhadap dampak asap, seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang dengan masalah pernapasan. Ketika kualitas udara jelek, mereka mungkin butuh perlindungan dan akses ke layanan kesehatan yang lebih cepat.

Oleh karena itu, dalam menangani karhutla, perlu disertai informasi kesehatan yang sederhana dan mudah dipahami, persiapan fasilitas layanan kesehatan yang memadai, serta bantuan bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan pertolongan.

Di sinilah komunikasi pemerintah memiliki peran penting.

Informasi yang diberikan secara terbuka bisa membantu masyarakat mengerti kondisi saat ini dan tahu apa saja tindakan yang harus dilakukan.

Sebaliknya, informasi yang datang terlambat, tidak jelas, atau bertentangan antar sumber bisa semakin membingungkan dalam situasi yang sudah sulit.

Komunikasi yang menenangkan bukan berarti mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, tetapi menjelaskan situasi dengan jujur, termasuk risiko yang masih ada dan tindakan yang sedang dilakukan.

Akhirnya, empati dalam menghadapi bencana tidak hanya terlihat dari ucapan saja. Empati terlihat dari sikap pemerintah yang mau mendengar keluhan warga, memberi informasi yang dibutuhkan, serta memastikan perlindungan bisa diakses oleh orang-orang yang membutuhkan.

Selama karhutla masih berlangsung, masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang jelas dan juga mendapatkan penanganan yang nyata. Mereka tidak hanya menginginkan kepastian bahwa api sudah terkontrol, tetapi juga rasa yakin bahwa kesehatan, keselamatan, dan kehidupan sehari-hari mereka tetap menjadi perhatian. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi