Berita Nasional Utama

Hari Santri, Mengenal Sisi Lain Kehidupan Pesantren

Hari Santri, Mengenal Sisi Lain Kehidupan Pesantren

SURABAYAKABARMETRO.ID, SURABAYA – Kehidupan pesantren sering kali identik dengan kegiatan mengaji, belajar kitab, dan memilikii rutinitas yang padat.

Namun, ada hal lain yang juga dijalani para santri selama berada di pesantren, mulai dari belajar mengatur waktu, hidup bersama orang lain, hingga memikirkan masa depan setelah lulus.

Bagi sebagian santri, tinggal di pesantren berarti harus terbiasa menjalani banyak hal secara mandiri. Dimana jauh dari keluarga, mereka perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mengikuti aturan yang berlaku, dan membagi waktu antara kegiatan belajar dengan aktivitas sehari-hari.

Hal-hal tersebut mungkin terlihat sederhana, kehidupan bersama dalam satu lingkungan mengajarkan santri untuk memahami bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan sendiri. Ada jadwal yang perlu dipatuhi, tanggung jawab yang harus diselesaikan, serta orang lain yang perlu dihargai.

Pengalaman semacam ini menjadi salah satu sisi kehidupan pesantren yang menarik untuk dilihat lebih dekat. Pendidikan di pesantren tidak hanya berlangsung ketika santri duduk di ruang belajar, tetapi juga melalui kebiasaan dan interaksi mereka dalam keseharian.

Di tengah rutinitas itu, santri juga memiliki kehidupan dan cita-cita masing-masing. Ada yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, menekuni bidang tertentu, membangun usaha, atau mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan latar belakang pendidikan pesantren tidak membuat pilihan masa depan mereka menjadi sama.

Pengetahuan agama yang diperoleh selama di pesantren dapat menjadi bekal, tetapi santri juga perlu mengenali kemampuan, minat, dan peluang yang ingin mereka kejar. Keterampilan komunikasi, serta kemampuan beradaptasi bisa menjadi bagian dari persiapan tersebut. Hal ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Kementerian Agama mendorong santri untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemandirian ekonomi, serta kepedulian sosial.

Tentunya, pengalaman setiap santri tidak selalu sama, kehidupan mereka dipengaruhi oleh lingkungan pesantren, pola pendidikan, serta pengalaman pribadi masing-masing.

Karena itu, cerita langsung dari santri dan alumni menjadi penting untuk memahami bagaimana mereka menjalani keseharian dan mempersiapkan masa depan.

Peringatan Hari Santri bisa menjadi kesempatan untuk mengenal sisi tersebut lebih dekat. Bukan untuk membandingkan kehidupan santri dengan anak muda lainnya, melainkan untuk memahami bahwa setiap lingkungan pendidikan memiliki pengalaman dan proses pembelajaran yang berbeda.

Kehidupan pesantren bukan hanya tentang apa yang dipelajari di dalam kelas. Ada pengalaman hidup bersama, tanggung jawab sehari-hari, dan rencana masa depan yang ikut membentuk perjalanan seorang santri. (surabayakabarmetro.id)

Penulis: Nova Yulia

Bagus

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Utama

Toko Karpet di Gemblongan Surabaya Terbakar, Kepanikan Sejumlah Orang Ikut Terekam

SURABAYA – Sebanyak dua toko karpet yang ada di Jalan Gemblongan, Surabaya terbakar, Minggu (16/10/2022) sore kemarin. Saat kejadian, kobaran
Berita Utama

Tim Antasena dan Sapuangin ITS Capai Prestasi Bergengsi di Kancah Internasional, Berjaya di Shell Eco-Marathon 2022

SURABAYA – Satu lagi prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Mereka berhasil meraih prestasi